MASALAH SEPELE JADI SEPOLO

MASALAH SEPELE JADI SEPOLO 

Bacaan Setahun:

Yoh. 6:60-71
1 Taw. 25-26
Zak. 11

“Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memeghkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecillnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.” (Yakobus 3:5)

Judul renungan hari ini: “Masalah Sepele Jadi Sepolo”, yang artinya, masalah yang kecil bisa berkembang menjadi besar. Bukankah ini sering terjadi di sekitar kita? Bahkan mungkin kita sendiri pernah mengalaminya. Berapa banyak dari kita yang pernah mengalami kerugian besar hanya karena hal sepele? Misalnya, masuk rumah sakit karena mengabaikan sesuatu yang kecil; atau masalah kecil di media sosial yang berujung panjang dan rumit; atau konflik besar dalam keluarga yang bermula dari hal sepele antara suami dan istri. Lalu, mengapa kita sering mengabaikan hal-hal kecil (sepele) tersebut?

Rasul Yakobus memberikan dua analogi tentang hal kecil yang berisiko besar: lidah dan api. Lidah adalah anggota tubuh yang kecil, tetapi memiliki dampak besar. Bayangkan, hanya karena sariawan kecil di ujung lidah, kita bisa sangat terganggu dalam beraktivitas. Atau ketika lidah tergigit sedikit saja saat makan, itu bisa memengaruhi suasana hati dan selera makan. Lebih dari itu, tidak mampu mengendalikan lidah bisa menyebabkan kita berkata salah, yang akhirnya merugikan diri sendiri maupun orang lain. Seandainya kita bisa menjaga lidah, banyak masalah bisa dihindari.

Selanjutnya, tentang api. Saya teringat akan sebuah pengalaman pribadi yang terjadi 25 tahun lalu. Saat itu, kami sekeluarga akan keluar rumah, dan sebelum pergi kami membakar sampah. Setelah memastikan tidak ada lagi api yang terlihat, kami pun meninggalkan rumah. Namun, sepulang dari acara, kami melihat keramaian di sekitar rumah. Orang-orang sedang mengambil air dan menyiram halaman rumah kami. Ternyata, nyaris terjadi kebakaran. Di bawah tumpukan sampah dan daun kering yang kami bakar, masih ada sisa bara yang belum padam. Bara itu perlahan menyulut api dan hampir membakar bagian lain. Syukurlah ada tetangga yang menyadari hal tersebut dan segera meminta bantuan. Puji Tuhan, api berhasil dipadamkan sebelum terjadi kebakaran besar. Dari sini kita bisa mengambil sebuah hikmah, betul seperti apa yang dituliskan Yakobus 3:5, “betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.” Jadi, jangan pernah menyepelekan api yang kecil, apalagi api dalam sekam, harus segera dibereskan.

Banyak dari kita suka menyepelekan hal-hal yang kecil, padahal itu dapat membawa dampak yang besar di dalam kehidupan kita. Mari mulai benahi diri dan introspeksi, adakah kita masih menyepelekan hal-hal yang kecil atau remeh? Segera bertobat! Jangan biarkan hal tersebut menggerogoti hal-hal baik yang ada di dalam diri Anda, atau membuat Anda kehilangan kesempatan-kesempatan yang besar. Mari belajar menghargai mulai dari hal-hal yang kecil dan sederhana. (LA)

Questions:

1. Menurut Anda, apa alasan orang paling sering menganggap sepele hal-hal yang kecil?
2. Sebutkan dampak apa saja yang ditimbulkan bila kita menganggap sepele hal-hal yang kecil?

Values:

Kesetiaan seseorang teruji ketika ia menerima hal-hal yang kecil, lihat bagaimana ia menyikapinya dan menyelesaikannya.

Kingdom Quotes:

Hal sepele jadi sepolo karena sering mengabaikan dan menganggapnya tidak penting.