PILIHANKU UNTUK SETIA

PILIHANKU UNTUK SETIA 

Bacaan Setahun:

Yoh. 7:1-24
1 Taw. 27-28
Zak. 12

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar“ (Lukas 16:10)

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata setia diartikan sebagai berpegang teguh pada janji atau prinsip; patuh; taat; tetap dan teguh hati. Dalam konteks hubungan, setia berarti menjaga komitmen, memegang kepercayaan, tidak berkhianat, dan tidak menyakiti pihak lain. Bagi kita sebagai orang Kristen, kesetiaan adalah nilai yang sangat penting, karena kesetiaan merupakan bagian dari iman kita kepada Tuhan. Kesetiaan itu seharusnya tidak hanya kita tunjukkan kepada Allah, tetapi juga dalam relasi dengan sesama, baik kepada pemimpin, teman, maupun keluarga.

Setia kepada Pemimpin. (Ibrani 13:17) Kesetiaan kepada pemimpin bisa diterapkan dalam berbagai konteks—di tempat kerja, di gereja, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika kita masih bekerja dan menerima penghasilan dari perusahaan, maka sudah sewajarnya kita setia dan bertanggung jawab kepada pimpinan di tempat kerja. Jika kita tergabung dalam komunitas gereja, maka kita juga wajib setia dan melayani di bawah bimbingan gembala rohani. Demikian pula sebagai warga negara Indonesia, kita dipanggil untuk setia mendukung dan mendoakan para pemimpin bangsa, terlepas dari apakah kita menyukai mereka secara pribadi atau tidak.

Setia kepada Teman. Kesetiaan dalam persahabatan berarti memiliki hati yang bersedia menolong di saat teman berada dalam kesusahan. Kita dipanggil untuk tidak berprasangka buruk atau memanfaatkan teman demi keuntungan pribadi. Seperti yang tertulis dalam Amsal 17:17, “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.”

Setia kepada Keluarga. Kesetiaan juga harus nyata dalam keluarga. Hubungan suami dan istri adalah ikatan kudus yang dipersatukan oleh Allah melalui pernikahan. Karena itu, kita tidak boleh merusak hubungan yang telah disatukan oleh Tuhan. Suami dan istri dipanggil untuk saling setia, saling menghormati, dan menjadi teladan bagi anak-anak mereka. Dalam kesetiaan ini, iman diwariskan dan kasih dipelihara.

Setia kepada Allah. Namun di atas segalanya, fondasi dari semua bentuk kesetiaan adalah kesetiaan kita kepada Allah. Jangan pernah meninggalkan Tuhan, bahkan ketika keadaan hidup tidak sesuai harapan. Jangan menyalahkan Tuhan atas penderitaan atau tantangan hidup. Sebab Tuhan adalah Allah yang setia, yang tidak pernah meninggalkan kita, bahkan dalam lembah kekelaman sekalipun. (Mazmur 91:4)

Kesetiaan adalah bukti dari iman yang hidup. Mari kita pelihara kesetiaan itu—dalam hubungan pribadi dengan Tuhan, dalam keluarga, dalam persahabatan, dalam pelayanan, dan dalam kehidupan sehari-hari. (AS)

Questions:

1. Sudahkah kita hidup setia kepada Tuhan dan sesama dalam setiap aspek kehidupan?
2. Dalam hal apa kita perlu belajar lebih setia hari ini?

Values:

Setia kepada Tuhan adalah dasar untuk setia kepada sesama kita.

Kingdom Quotes:

Setia tumbuh dari hati yang bertanggung jawab dan rela untuk melayani.