Building The Highway Of Holiness | Pdt. Christy Indra Tjiptamulja

Tahun ini disebut The Year of Preparation, artinya tahun untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Jangan sampai kita tidak diangkat saat Tuhan Yesus datang. Untuk itu kita harus kedapatan hidup kudus dan kekudusan harus dikejar. Yang dilihat Tuhan bukan pelayanan kita tetapi hati kita, apakah hati kita kudus atau tidak.

Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. (Ibrani 12:14)

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan untuk membangun kekudusan dalam hidup kita:

Kedamaian Sosial

Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.” (Markus 9:50)

Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! (Roma 12:18)

Selain mengejar kekudusan, maka kita mengikuti Tuhan untuk selalu mengusahakan kedamaian,  artinya  menentang cara-cara dunia yang menganggap kedamaian itu tidak penting. Ciptakan keadaan damai, misalnya dengan tidak membalas saat ditekan/ didiskreditkan.  Ini adalah tugas kita sebagai warga Kerajaan Allah. Kita harus mengejar perdamaian dengan semua orang,  termasuk orang-orang yang belum mengenal Tuhan.

Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. (Ibrani 12:14)

Kesukaan Berdamai

Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. (Yakobus 3:17)

 

yakni orang-orang yang tak bercacat, yang mempunyai hanya satu isteri, yang anak-anaknya hidup beriman dan tidak dapat dituduh karena hidup tidak senonoh atau hidup tidak tertib.  Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah,  melainkan suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri  dan berpegang kepada perkataan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang sehat, supaya ia sanggup menasihati orang berdasarkan ajaran itu dan sanggup meyakinkan penentang-penentangnya. (Titus 1: 6-9)

Rasul Paulus menugaskan Titus  untuk melayani di pulau Kreta, karena ada orang-orang yang menentang pengajaran Paulus di sana. Rasul Paulus menetapkan syarat bagi penatua di pulau Kreta, yaitu harus memiliki kesukaan untuk berdamai. Salah satu ciri orang yang memiliki kesukaan berdamai adalah mengeluarkan komentar secara hati-hati, sehingga mencegah terjadinya konflik yang tidak perlu.

Kekudusan

Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,  tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,  sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.  Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.  Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,  melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.  Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir.
(1 Petrus 1:14-20)

supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut,  dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita. (Lukas 1:74-75)

Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.  Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup   yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia. (2 Petrus 3:10-14)

Tuhan telah memanggil kita, bahkan telah menebus kita dengan harga yang mahal untuk menjadi anak-anak-Nya. Sebagai anak-anak-Nya maka kita harus hidup kudus dan takut akan Tuhan. Mungkin hal-hal yang kita lakukan baik, tetapi belum tentu benar di hadapan Tuhan, dan belum tentu berguna. Dalam penantian akan kedatangan Tuhan, maka kita harus berusaha untuk hidup kudus dan hidup dalam kesalehan.

Dipisahkan Secara Rohani

Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.  Tidak ada yang memanggil nama-Mu atau yang bangkit untuk berpegang kepada-Mu; sebab Engkau menyembunyikan wajah-Mu terhadap kami, dan menyerahkan kami ke dalam kekuasaan dosa kami.  Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.   Ya TUHAN, janganlah murka amat sangat dan janganlah mengingat-ingat dosa untuk seterusnya! Sesungguhnya, pandanglah kiranya, kami sekalian adalah umat-Mu. (Yesaya 64:6-9)

Kecongkakan Israel menjadi saksi terhadap dirinya sendiri; Efraim akan tergelincir jatuh oleh kesalahannya sendiri, dan bersama-sama mereka juga Yehuda.  Dengan korban kambing domba dan lembu sapinya mereka akan pergi untuk mencari TUHAN, tetapi tidak akan menjumpai Dia; Ia telah menarik diri dari mereka.  Mereka telah berkhianat terhadap TUHAN, sebab mereka telah memperanakkan anak-anak yang tidak sah; sekarang pembinasa akan memakan habis mereka dan ladang mereka. (Hosea 5:5-7)

Nenak moyang kita mungkin telah hidup secara duniawi. Mereka melakukan hal-hal yang tidak benar di mata Tuhan. Namun sekarang Tuhan telah memilih kita untuk dipisahkan dari dunia. Kita dijadikan ciptaan baru, dipisahkan dari nilai-nilai dan cara-cara dunia, menjadi kebenaran Allah. Israel pernah mengalami kekalahan dalam peperangan karena ada orang-orang yang hidup tidak benar. Karena itu kita harus senantiasa hidup mengikuti aturan-aturan yang telah Tuhan tetapkan.

Sebagai orang-orang yang telah ditebus dari dosa dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, maka kita harus hidup kudus, dan memiliki belas kasihan kepada mereka yang belum mengenal Tuhan, untuk menarik mereka dari kehidupan dosa, dan beroleh keselamatan di dalam Yesus.  Amin. (VW).