IDENTITAS DIRI
Bacaan Setahun:
Yoh. 11:1-27, 2 Taw. 10-11, Mzm. 75
“Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat” (Filipi 3:20)
Seorang pemuda bernama Budi berlibur ke Paris. Ia menikmati keindahan kota dan mengunjungi berbagai tempat wisata. Namun tanpa sadar, paspor dan dompetnya hilang. Ia panik saat tiba di hotel dan tidak menemukannya meski telah membongkar seluruh koper dan saku. Ia pun segera menuju Kedutaan Besar Indonesia di Paris dan menceritakan kejadian tersebut.
Petugas bertanya, “Apa kamu bisa buktikan kalau kamu warga negara Indonesia?” Budi menjawab, “Saya bisa berbahasa Indonesia dengan fasih. Petugas berkata, “Banyak warga negara asing juga fasih berbahasa Indonesia.”Budi kembali cemas dan membongkar kopernya di hadapan petugas. Namun, sang petugas menghentikannya dan berkata, “Saya percaya kamu WNI karena isi kopermu: ada mi instan, sambal, dan rendang. Hanya orang Indonesia yang seperti itu saat liburan.”
Sebuah ilustrasi bagaimana seorang pemuda yang kehilangan kartu identitasnya namun identitasnya juga diketahui melalui isi kopernya. Sesuatu yang kita dapat ketahui mencerminkan siapa orang tersebut. Dalam Filipi 3:20 Paulus mengingatkan jemaat di Filipi bahwasanya kewarganegaraan mereka adalah warga Kerajaan Surga. Ia mengingatkan bahwa mereka adalah milik Kristus.
Dari surat Paulus tersebut kita belajar bahwa sangat penting bagi kita untuk memiliki mentalitas warga Kerajaan Allah, itulah identitas kita setelah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Bahwa kita adalah warga Kerajaan Surga yang sedang bertugas di bumi menjadi duta bagi Kerajaan Surga. Kerajaan Surga tak terbatas, maka dengan demikian kita juga tidak perlu terlalu memusingkan perkara-perkara sementara yang muncul selama dalam penugasan sementara ini. Paulus dengan jelas menyebut bahwa hidupnya sebelum mengenal Kristus adalah sampah. (Filipi 3:8)
Hidup di dunia ini memang bersifat sementara, tetapi sebagai duta Kerajaan Allah, kita dipanggil untuk menjalani tugas ini dengan sungguh-sungguh. Mentalitas kita bukanlah mental turis yang hanya bersenang-senang, melainkan seorang utusan yang membawa misi ilahi. Kesadaran bahwa kita adalah warga Kerajaan Surga juga tidak membuat kita menjadi tinggi hati. Walaupun Kerajaan kita tak terbatas dan penuh dengan kuasa serta mukjizat, namun kita harus tetap rendah hati sebab dengan anugerah dan kasih Sang Raja sajalah kita semua memperolehnya dengan cuma-cuma.
Mari kita jalani hidup dengan God-fidence—percaya bahwa Allah, Raja kita, memegang kendali atas segalanya, termasuk hal-hal kecil yang mungkin sedang menekan kita. Jangan lupakan identitas kita: kita adalah milik Kristus, warga Kerajaan-Nya, dan pembawa damai-Nya di dunia ini. (SS)
Questions:
1. Apakah anda percaya bahwa anda adalah seorang warga Kerajaan Allah?
2. Bagaimana anda menyikapi segala perkaraperkara yang terjadi dihadapan anda hari ini? Diskusikan!
Values:
Mengetahui identitas kita yang sebenarnya adalah sebuah kebenaran yang memerdekakan kita dari hidup keduniawian
Kingdom Quotes:
Hidup dalam Kerajaan Allah berarti juga memahami bahwa hidup kita dikendalikan oleh pemerintahan yang supernatural.