MENGENAL IDENTITAS KITA DI DALAM TUHAN

MENGENAL IDENTITAS KITA DI DALAM TUHAN 

Bacaan Setahun:

Yoh. 18:38-19:16, 2 Taw. 29, Mzm. 85

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17)

Allah menciptakan manusia sesuai dengan rupa dan gambar Allah sendiri (Kejadian 1:26 27), sehingga apa yang ada pada diri manusia adalah mulia dan baik sebagai satu pribadi yang utuh roh, jiwa dan tubuh. Namun, dosa telah membuat manusia kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23) dan manusia tidak lagi dapat melihat kemuliaan Allah dalam dirinya. Pandangan manusia terhadap dirinya sendiri menjadi rusak. Manusia menjadi cenderung meyakini sesuatu yang salah tentang dirinya sendiri sehingga menciptakan seorang pribadi yang frustasi, minder, serta tidak mampu mengucap syukur pada Allah.

Tanpa persekutuan dengan Allah, manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, kasih manusia menjadi dingin dan lebih cenderung untuk mementingkan diri sendiri. Allah yang maha kudus tidak mungkin dapat bersekutu dengan manusia yang berdosa. Dosa tidak saja membuat manusia memberontak kepada perintah Allah, tetapi juga memberontak terhadap pribadi, karakter dan otoritas Allah. Bahkan dosa yang semakin mengikat manusia membuat kehidupan manusia semakin jahat dan kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan sehingga tidak ada aspek manusia yang tidak tercemar. Ini berarti sampai kapan pun manusia tidak akan dapat memperbaiki dirinya sendiri karena dosa.

Usaha keselamatan tidak mungkin diusahakan oleh manusia. Manusia perlu ditebus dari dosa dan dikembalikan menurut pola, rencana dan tujuan Allah yang semula. Itulah sebabnya Yesus datang ke dunia untuk menebus dan mengembalikan manusia kepada rencana semula sebelum manusia jatuh ke dalam dosa dan mengembalikan identitas manusia sebagai ciptaan yang serupa dan segambar dengan Allah. Tuhan memilih dan menebus kita bukan hanya sebatas untuk diselamatkan, melainkan lebih dari pada itu, yaitu supaya kita memiliki kehidupan yang semakin hari semakin serupa dengan Kristus.

Sebagai ciptaan baru yang telah dibenarkan dan dikuduskan maka hidup kita hanya untuk Allah dan kita hidup namun bukan kita lagi yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam kita dan hidup yang kita hidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman kepada Kristus yang telah mengasihi dan menyerahkan diri-Nya bagi kita. Jika kita mengenal identitas baru kita di dalam Kristus sebagai ciptaan baru yang telah dibenarkan, maka kita akan senantiasa menjaga hidup kita di dalam kekudusan sebagai proses seumur hidup di mana hidup kita dibentuk dan dikuduskan menjadi semakin serupa dengan Kristus dalam karakter dan perbuatan. (RSN)

Questions:

1. Bagaimana keadaan manusia tanpa persekutuan dengan Allah?
2. Apa tujuan Yesus menebus hidup kita?

Values:

Jika kita mengenal identitas kita di dalam Kristus, kita akan menjaga hidup dalam kekudusan sebagai proses seumur hidup untuk menjadi semakin serupa dengan-Nya.

Kingdom Quotes:

Tuhan memilih dan menebus kita bukan hanya sebatas untuk diselamatkan, melainkan supaya kita memiliki kehidupan yang semakin hari semakin serupa dengan Kristus.