TELADAN YANG SEMPURNA

TELADAN YANG SEMPURNA 

Bacaan Setahun:

3 Yoh. 1, Ezra 7-8, Mzm. 94

“Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib” (Filipi 2:8)

Dikisahkan bagaimana orang-orang Moravia berusaha menjangkau suku Indian Barat. Mereka tahu betapa sulitnya, sebab suku itu hidup terisolasi dan curiga pada orang luar. Namun dua misionaris muda berkata, “Kami akan pergi dan menjadi budak. Kalau perlu, kami pun akan dicambuki seperti mereka, supaya kami dekat dengan mereka.”

Akhirnya mereka benar-benar pergi, hidup sebagai budak, diperlakukan sama seperti orang Indian. Ketika suku itu melihat keberanian dan kerendahan hati mereka, hati mereka tersentuh. Bukan kata-kata indah yang membuka jalan, melainkan kerelaan untuk merendahkan diri dan menjadi sama.

Itulah gambaran Yesus Kristus. Alkitab berkata Ia rela mengosongkan diri, menjadi sama dengan manusia, meski tanpa dosa. Ia bukan berasal dari dunia ini, tetapi Ia lahir di kandang sederhana, tumbuh sebagai anak tukang kayu miskin dari Nazaret. Nabi Yesaya menulis: “Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang Dia” (Yesaya 53:2). Dunia tidak melihat kemuliaan lahiriah, tetapi justru misi penyelamatan yang agung.

Kerendahan hati Yesus menjadi tantangan bagi kita. Dunia modern mengajarkan untuk mencari gengsi, nama besar, dan posisi tinggi. Tetapi Yesus menunjukkan jalan sebaliknya: jalan penyangkalan diri, kerelaan berkorban, dan taat penuh kepada kehendak Bapa. Jika Yesus saja rela turun dari kemuliaan-Nya demi kita, bukankah kita juga dipanggil untuk rela merendahkan diri demi sesama? Kesaksian hidup yang sederhana namun penuh kasih sering lebih kuat daripada ribuan kata yang kita ucapkan. Dan justru dalam kerendahan hati itulah kuasa Allah dinyatakan. Salib yang tampak sebagai simbol kelemahan berubah menjadi lambang kemenangan kekal. Ketaatan Yesus yang total menjadi dasar keselamatan kita. Teladan ini menantang setiap orang percaya untuk hidup bukan bagi diri sendiri, melainkan bagi Kristus yang sudah mati dan bangkit bagi kita. Seorang Kristen sejati tidak diukur dari banyaknya katakata rohani, melainkan dari kesediaannya mengikuti jejak kerendahan hati Yesus.

Yesus tidak mencari popularitas. Ia tidak memprovokasi massa agar dijadikan raja. Seluruh hidup-Nya berfokus pada satu misi: menyelamatkan manusia. Ia taat sampai mati di kayu salib, lalu bangkit dan naik ke surga, membuka jalan keselamatan bagi kita. (DH)

Questions:

1. Apakah Anda rela merendahkan diri seperti Kristus demi menjangkau orang lain?
2. Apakah misi utama hidup Anda sejalan dengan misi Yesus, yaitu menyelamatkan yang hilang?

Values:

Yesus tidak mencari popularitas, Ia hanya mengejar ketaatan.

Kingdom Quotes:

Kerendahan hati Kristus adalah teladan sempurna bagi semua orang percaya.