BEKERJA DENGAN IMAN

BEKERJA DENGAN IMAN 

Bacaan Setahun:

Wahyu 14, Est. 5:1-6:13, Mzm. 106:24-48

“Maka sangatlah bertambah-tambah harta Yakub, dan ia mempunyai banyak kambing domba, budak perempuan dan laki-laki, unta dan keledai.” (Kejadian 30:43)

Pepatah dunia mengatakan: “Rajin pangkal kaya!” Artinya, setiap orang, siapa pun dia, sekalipun bukan orang percaya, akan mendapat upah dari hasil pekerjaannya asalkan rajin bekerja. Prinsip ini berlaku untuk semua orang pada umumnya. Dalam konteks ini, tanpa percaya kepada Tuhan pun, siapa saja bisa menjadi kaya jika ia tekun bekerja. Mereka memperoleh upah dari hasil kerja kerasnya. Inilah yang disebut dengan hukum upah.

Sebagai orang percaya, jika kita bekerja hanya berdasarkan hukum upah, kondisi kita tidak berbeda dengan orang-orang yang tidak percaya. Mengapa demikian? Karena orang yang tidak percaya pun dapat berhasil dan menjadi kaya. Namun, semua keberhasilan mereka tidak mengandung berkat dari Bapa di surga. Keberhasilan seperti itu sangat bergantung pada situasi dunia. Bila krisis melanda, semuanya dapat hancur dan lenyap dalam sekejap, tanpa mampu dipertahankan.

Apakah kita ingin hidup seperti orang-orang yang tidak percaya? Jika tidak, marilah kita bekerja dengan iman! Ketika kita bekerja dengan iman, status kita dalam bekerja adalah sebagai umat perjanjian-Nya. Artinya, kita memasuki prinsip “Hukum Perjanjian Berkat”. Dalam hal ini, keberhasilan kita bukan semata-mata hasil hukum upah, melainkan penggenapan janji Tuhan dalam hidup kita.

Lalu bagaimana cara bekerja dengan iman? Bekerja dengan iman berarti kita tidak bekerja sendiri, melainkan membangun kemitraan dengan Tuhan (Kejadian 30:25-43). Orang yang bekerja dengan iman tentu akan tetap rajin, bahkan ketika dicurangi oleh rekan kerjanya, ia tetap percaya bahwa Tuhan yang memelihara dan melindungi. Sebaliknya, orang yang hanya rajin belum tentu bekerja dengan iman. Jika kita membangun kemitraan dengan Tuhan, kita dapat bekerja dengan maksimal karena kita bekerja bersama Allah, sumber segala berkat. Ibrani 11:1 menegaskan: “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”

Dalam Kejadian 30:25-43 kita dapat melihat perbedaan antara Yakub dan Laban. Mereka sama-sama bekerja keras, tetapi berkat yang mereka terima sangat berbeda. Mengapa demikian? Karena Yakub bekerja dengan iman, sedangkan Laban tidak. Seperti ditegaskan dalam 1 Korintus 2:5, “supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.” Bekerja dengan iman adalah percaya dan mempercayakan secara total kepada Tuhan. (AU)

Questions:

1. Apakah selama ini Anda bekerja hanya berdasarkan hukum upah atau dengan iman kepada Tuhan?
2. Dalam hal apa Anda perlu lebih membangun kemitraan dengan Tuhan dalam pekerjaan Anda saat ini?

Values:

Hidup orang percaya dipimpin oleh janji Allah, bukan semata hasil kerja keras.

Kingdom Quotes:

Kerajinan bisa membuat kita berhasil, tetapi hanya iman yang membuat keberhasilan kita bertahan dalam berkat Tuhan.