MENGIKUT YESUS KEPUTUSANKU
Bacaan Setahun:
2 Tes. 1, Yes. 25-26, Mzm. 117
“Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-muridNya dan berkata kepada mereka: Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” (Markus 8:34)
Mengikut Yesus Keputusanku! merupakan salah satu puji-pujian (lagu rohani) tertua yang masih tetap dinyanyikan sampai sekarang. Lirik lagu ini diambil dari kata-kata terakhir yang diucapkan seorang lelaki berasal dari Assam (sebuah desa di Timur Laut India). Dia bersama keluarganya memutuskan menerima Tuhan Yesus pada pertengahan abad ke 19.
Pertobatan keluarga ini menimbulkan kemarahan kepala suku dan penduduk kampung itu. Mereka diancam akan dibunuh kalau tidak menyangkal imannya. Kepala suku Assam memaksanya untuk meninggalkan imannya, namun lelaki itu berkata “I have decided to follow Jesus” atau “Mengikut Yesus Keputusanku”. Walaupun kepala suku dan penduduk mengancam akan memenggal kepalanya, namun lelaki itu tidak gentar dan tetap berkata “Though no one joins me, still I will follow” artinya “Tetap Kuikut Walau Sendiri”.
Kedua anaknya dipanah hingga mati, lalu istrinya menyusul. Tinggal seorang diri, ia masih menjawab: “The cross before me, the world behind me, no turning back, no turning back” — “Salib di depan, dunia di belakang, ku tak ingkar, ku tak ingkar.” Hingga akhirnya ia pun dihukum mati. Kesaksian iman keluarga ini tidak berakhir sia-sia. Justru karena keberanian dan keteguhan mereka, kepala suku dan seluruh penduduk akhirnya percaya kepada Yesus.
Mengikut Kristus selalu menuntut penyangkalan diri dan keberanian memikul salib. Yesus tidak pernah menjanjikan jalan yang mudah, tetapi Ia menjanjikan mahkota kehidupan bagi setiap orang yang setia sampai akhir. Jalan ke Golgota adalah jalan penderitaan, tetapi juga jalan menuju kemenangan kekal. Menyangkal diri berarti mengalihkan hidup dari ego pribadi kepada kehendak Allah. Bahkan, jika harus menderita atau kehilangan segalanya, tujuan akhirnya tetaplah sama: hidup dalam kesatuan dengan Kristus. Rasul Paulus menegaskan: “Bukan lagi aku yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.”
Sebaliknya, mereka yang menolak hidup dalam kehendak Allah akan kehilangan kesempatan terbesar dalam hidup ini: keselamatan kekal. Firman Tuhan menegaskan: “Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia” (Yohanes 5:27). Mari kita renungkan: apakah motivasi kita mengikut Yesus selama ini? Apakah hanya mencari berkat dan kenyamanan, atau sungguh-sungguh bersedia menyangkal diri, memikul salib, dan tetap setia sampai akhir? (AU)
Questions:
1. Apakah Anda sungguh siap menyangkal diri demi mengikut Yesus?
2. Salib apa yang perlu Anda pikul hari ini untuk setia pada-Nya?
Values:
Mengikut Yesus berarti menyangkal diri, memikul salib, dan setia hingga akhir.
Kingdom Quotes:
Kesetiaan mengikut Yesus bukan diukur dari seberapa nyaman jalan yang kita tempuh, tetapi dari keberanian kita memikul salib sampai akhir.