Kingdom Clash | Pdt. Timotius Arifin Tedjasukmana

Sebagaimana layaknya sebuah kerajaan, maka Kerajaan surga memiliki unsur-unsur, seperti raja, tentara, undang-undang. Rajanya adalah Yesus, tentaranya adalah para malaikat, undang-undangnya adalah Firman Allah, dan ada protokol atau cara-cara dalam menjalankan pemerintahan. Yesus tidak membawa agama Kristen, tetapi Ia memberitakan Kerajaan Allah. Karena itu janganlah kita sekedar menjadi penganut agama Kristen, tetapi sadarilah status kita sebagai  warga Kerajaan Allah.

 

PERISTIWA KIRK

Iblis bisa menyamar sebagai malaikat terang. Jikalau ada nubuatan apapun, ujilah setiap roh, karena tidak setiap roh berasal dari Allah. ‘The spirit of deception and destruction’ (roh penipuan dan perusakan) sedang bekerja di dunia ini, karena Iblis berusaha menciptakan budaya yang berlawanan dengan budaya Kerajaan Allah.

Pendiri Turning Point USA, Charlie Kirk, tanggal 10 September 2025 lalu mati ditembak oleh seseorang dengan budaya yang berlawanan. Sungguh menarik, karena ‘Kirk’ memiliki arti gereja, yaitu dewan kota. Dengan kematiannya justru terjadi revival, bukan hanya di USA, tetapi juga di Inggris, Jerman dan di mana-mana. Darah martir mengubah dunia ini.

 

KEBUDAYAAN KERAJAAN ALLAH

Setiap budaya mempunyai caranya sendiri, baik itu Yudaisme, bangsa Jepang, Cina atau Korea. Namun kesamaannya adalah keinginan untuk membalas atas kerugian yang dialami.  Namun di dalam Kristus ada damai, shalom, sukacita. Budaya Kerajaan Allah berbeda dengan dunia, yaitu mengampuni musuh dan berdoa bagi mereka yang menganiaya kita. Erika Kirk mengatakan bahwa ia mengampuni orang yang telah membunuh suaminya. Kita dikenal dari kebudayaan yang kita jalani setiap hari.

Belajar dari Doa Tuhan Yesus

Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.  Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. (Yohanes 17:14-17)

Kadang ada orang yang tidak kita kenal membenci kita tanpa alasan, karena kita tidak berasal dari dunia ini, kita memiliki budaya yang berbeda dan Firman Allah hidup dalam diri kita.  Di dunia ini ada pertempuran antara dua kekuatan roh, yaitu roh-roh yang baik dipimpin oleh penghulu malaikat Allah melawan roh-roh jahat yang dipimpin oleh si jahat yaitu Lucifer. Kita sebagai warga Kerajaan Allah tinggal di dunia, tetapi kita tidak ikut budaya atau sistem dunia, sama seperti ikan-ikan yang hidup di laut yang asin tapi rasa dagingnya tetap tawar. Kerajaan Allah adalah kerajaan yang kudus, karena itu kita harus terus mau dikuduskan. Tanpa kekudusan tidak seorangpun dapat melihat Allah, dan tidak akan dapat menerima warisan hidup kekal dari Allah.

 

KOLONISASI KERAJAAN ALLAH

Kolonisasi adalah perpanjangan dari suatu kerajaan pada wilayah asing. Melalui kehadiran Yesus Kristus, maka Kerajaan Allah mengkolonisasi bumi ini dengan cara:

  1. Mengutus GUBERNUR JENDERAL (ROH KUDUS) untuk koloninya.
  2. Membentuk koloni WARGA NEGARA.
  3. Melaksanakan BUDAYA Kerajaan.
  4. Menciptakan KOMUNITAS yang mencerminkan Kerajaan.
  5. Menghasilkan MASYARAKAT khas di bumi.

 

Kita bukan hanya penganut agama Kristen, tetapi putra dan putri Kerajaan Allah. Kita tidak berasal dari dunia. Roh Kudus bertugas mensurgakan bumi, sehingga kehendak Sang Raja terjadi, di bumi seperti di surga. Kerajaan Allah adalah Kerajaan yang berkelimpahan bukan yang berkekurangan. Kehendak sang Raja adalah semua warga-Nya diberkati. Yesus adalah raja pembela kita di surga. Dan Roh Kudus adalah Gubernur Jenderal Kerajaaan Allah, pembela kita di bumi.

 

KUASA KERAJAAN

Tanda dari Kerajaan Allah adalah memiliki kuasa. Rasul Paulus berkata bahwa ia tidak menyampaikan kabar baik dengan kata-kata yang meyakinkan, karena Kerajaan Allah bukan soal kemampuan berkata-kata tapi soal kuasa.

Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh. (1 Korintus 2:4)

Hal Kerajaan Allah adalah kebenaran, damai sejahtera dan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus, sehingga sebagai warga Kerajaan Allah kita menghidupi nilai-nilai ini. Di tengah situasi buruk, kita bisa tetap tenang dan tidak takut. Kita tidak kompromi dengan cara-cara dunia, sebagaimana teladan yang dilalukan oleh Charlie Kirk, kita menentang pemahaman orang-orang yang melakukan aborsi dan LGBT. Tetapi jika mereka datang dan bertobat, maka kita tetap menyambut dan mengasihi mereka.

 

KINGDOM CLASH DAN KESELAMATAN

Tanda dari Kerajaan Allah adalah adanya kuasa yang dimanifestasikan. Kuasa yang dimanifestasikan ini seringkali menimbulkan ‘Kingdom Clash’ (pertentangan). Apapun bentuk pertentangan yang terjadi, jika kita tetap bersyukur dan memuji Tuhan, pada akhirnya Tuhan memberikan kemenangan, bahkan banyak jiwa-jiwa diselamatkan.

Di dalam Kisah Para Rasul 16:16-18, ada seorang hamba perempuan yang dikuasai roh tenung (roh piton). Roh ini membunuh dengan cara melilit dan mencekik mangsanya.  Rasul Paulus tidak tahan akan gangguan dari hamba perempuan ini dan ia menengking roh tersebut. Perempuan ini sembuh, tetapi kehilangan kemampuan menenungnya, maka terjadilah ‘Kingdom Clash’, karena ada orang-orang yang merasa dirugikan oleh tindakan Rasul Paulus.

Di tengah-tengah tantangan dan aniaya (Kisah Para Rasul 16:20-23) karena terjadinya Kingdom Clash, di dalam penjara Rasul Paulus dan Silas tetap bersyukur dan menaikkan pujian kepada Allah.

Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua. (Kisah 16:25-26)

Mujizat terjadi ketika doa, ucapan syukur dan pujian yang dinaikkan. Gempa besar membuat pintu-pintu penjara terbuka dan belenggu terlepas. Tetapi sebagai warga Kerajaan Allah, rasul Paulus dan Silas tidak memakai kesempatan itu untuk melarikan diri, tetapi menunjukkan budaya Kerajaan Allah, yaitu mereka mengasihi kepala penjara yang ketakutan dan bermaksud untuk bunuh diri. Rasul Paulus dan Silas juga menunjukkan kesehatian mereka sebagai hamba Tuhan.

Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?” Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya.  Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis. (Kisah 16:30-33)

Akibatnya kepala penjara dan keluarganya menerima keselamatan dan dibaptis, dan gereja Filipi pun berdiri. Saat kita menyampaikan berita kabar baik dari Kerajaan Allah, kadangkala terjadi Kingdom Clash. Namun ketika kita tetap setia dalam aniaya dan penderitaan, tetap bersyukur dan memuji Tuhan, maka Tuhan akan memakai Kingdom Clash ini untuk membawa banyak orang menerima keselamatan.  Amin. (VW).