(12) karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. (13) Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. (EFESUS 6:12-13)
Sebagai orang percaya kita memaknai bahwa hidup ini adalah sebuah perjuangan dan sebuah perjalanan. Hidup sebagai perjuangan, itulah sebabnya kita sebagai seorang prajurit-prajurit Allah kita harus senantiasa waspada dan berjaga-jaga. Sebuah ungkapan menyatakan sedia payung sebelum hujan, kita mungkin sudah menyiapkan payung tetapi seringkali kita malas membawa payung tersebut ketika akan bepergian, oleh sebab itu di dalam hidup ini kita tidak hanya waspada dan berjaga-jaga tetapi juga harus siap sedia di dalam segala situasi. Hidup kita tidak akan menjadi bermakna jika kita tidak mengerti makna kehidupan. Salah satu makna dalam hidup ini adalah bahwa kehidupan adalah sebuah perjuangan.
Berdasarkan Efesus 6:12-13 ini harus senantiasa waspada dan berjaga-jaga dengan mempergunakan seluruh perlengkapan senjata Allah. Waspada berbeda dengan kuatir. Kuatir adalah keyakinan bahwa kita akan menjadi korban sehingga kita takut menghadapi musuh dan masalah, sedangkan berjaga-jaga adalah keyakinan kita menang menghadapi musuh dan masalah, tetapi membutuhkan kesiapan dan kehati-hatian.
Untuk waspada kita harus mengenali siapa Tuhan yang kita sembah (Know Your God), mengenali diri kita (Know Yourself) dan mengenali siapa musuh kita (Know Your Enemy). Musuh kita bukanlah orang yang jahat kepada kita, orang yang sudah menipu kita atau orang yang membicarakan kita di belakang, tetapi musuh kita adalah kuasa kegelapan dan setan. Oleh sebab itu kita harus senantiasa berjaga-jaga dan berdoa.
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.“ (Matius 26:41)
Kuasa kegelapan atau setan seringkali muncul dan menggoda kita dalam wujud yang tidak mengerikan. Ular ketika menggoda Hawa datang tidak dengan wujud yang mengerikan, tetapi ia memutarbalikkan fakta. Oleh sebab itu janganlah membuka dialog dengan setan atau kuasa kegelapan. Pelanggaran terjadi karena ada 3 unsur yang harus terpenuhi yaitu keinginan, kesempatan dan keberanian. Jika salah satu unsur tersebut tidak ada maka dosa atau pelanggaran tidak terjadi. Oleh sebab sebagai orang percaya kita wajib hidup takut akan Tuhan sehingga sekalipun ada kesempatan atau keinginan untuk berbuat dosa datang dalam pikiran kita, kita tidak memiliki keberanian untuk melakukannya.
Sebagaimana Hawa melihat bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian sehingga mereka memakannya maka kitapun harus menjaga pintu masuk godaan dalam hidup kita yaitu mata dan telinga. Apa yang kita lihat dan dengar akan mempengaruhi pikiran kita dan masuk ke dalam perasaan sehingga muncul sebuah penilaian yang menghasilkan sebuah keputusan yang menghasilkan tindakan. Apakah tindakan yang kita lakukan sesuai dengan Firman Tuhan atau melanggar Firman Tuhan.
Hidup sebagai sebuah perjalanan sebagaimana bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir menuju ke tanah perjanjian. Gambaran hidup kita yang lama, kita lahir baru dan dibaptis dan masuk dalam hidup yang baru. Apakah kita benar-benar masuk ke dalam hidup yang baru atau hanya sekedar keluar dari Mesir dan berputar-putar di padang gurun. Sebab Rasul Paulus menuliskan dalam 1 Korintus 10:1-5 bahwa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut. Mereka semua makan makanan rohani yang sama dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus. Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.
Oleh sebab itu setelah kita meninggalkan hidup yang lama dan masuk dalam hidup yang baru serta menikmati janji-janji Tuhan dalam hidup kita maka kita harus senantiasa waspada dan berdoa menghadapi:
- NAFSU JAHAT/ HATI JAHAT
Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat,
(1 Korintus 10:6)
Mengapa banyak hal terjadi di dalam hidup kita? Perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir adalah contoh untuk memperingatkan kita agar kita tidak memiliki hati yang jahat. Kita mungkin memiliki kelemahan, tetapi janganlah kita memiliki hati yang jahat. Oleh sebab itu kita harus senantiasa menjaga hati kita dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan (Amsal 4:23).
- PENYEMBAHAN BERHALA / CINTA UANG
dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: “Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.”
(1 Korintus 10:7)
Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, mereka tidak keluar dengan tangan kosong, sebab orang-orang Mesir dibuat Tuhan bermurah hati terhadap mereka dengan memberikan barang-barang perak dan emas serta kain-kain yang bisa mereka gunakan (Keluaran 3:21-22). Tetapi mereka gunakan semuanya itu justru untuk membuat berhala patung lembu emas sehingga Tuhan murka kepada mereka.
- PERCABULAN/ PERZINAHAN
Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang.
(1 Korintus 10:8)
Kita harus hati-hati dengan apa yang kita lihat dan kita dengar sebab apa yang masuk dalam pikiran kita akan menentukan apa yang keluar dari hidup kita saat masalah dan tekanan terjadi kjita harus menjauhi percabulan, sebab setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri. Tubuh kita adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kita, karena itu kita harus muliakan Allah dengan tubuh kita.
- MENCOBAI TUHAN/ MEREMEHKAN TUHAN
Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular. (1 Korintus 10:9)
Orang yang takut akan Tuhan akan senantiasa menjaga hidupnya sekalipun harus melewati ujian yang berat.
- DOSA PERKATAAN/ BERSUNGUT-SUNGUT
(10) Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut. (11) Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba. (1 Korintus 10:10-11)
Kita sudah mulai masuk kepada akhir zaman, waktu kedatangan Tuhan sudah semakin dekat. Jadi kita harus belajar untuk tidak bersungut-sungut dan senantiasa mengucap syukur apapun keadaanya. Amin. (RCH)