SALURAN YANG TERSUMBAT

SALURAN YANG TERSUMBAT 

Bacaan Setahun:

Flm. 1:1-25, Yer. 19-20, Mzm. 128

“Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (Lukas 6:38)

Apakah Anda pernah mengalami saluran air atau saluran pembuangan yang tersumbat? Tentu hal itu sangat mengganggu bukan? Bagaimana Anda mengatasinya bila hal tersebut terjadi? Tentu saja bukan dengan ‘ngomel-ngomel’, melainkan segera menghubungi tukang untuk mengecek dan mencari sumber penyebab terjadinya sumbatan.

Saya pernah punya pengalaman yang tidak menyenangkan dengan saluran pembuangan zinc di rumah yang tersumbat. Sudah bolak-balik panggil tukang untuk cek, namun tidak berapa lama setelah diperbaiki, kembali lagi mengalami hal yang sama. Sampai akhirnya saya memutuskan lapor kepada developer rumah untuk mengecek dan membongkar salurannya, supaya bisa tahu jelas sumber sumbatannya dari mana.

Setelah semua di bongkar, ternyata ditemukan di dalam pipa pembuangan ada selang air yang cukup panjang, sehingga itulah yang menyebabkan terjadinya sumbatan. Kemungkinan selang tersebut lupa dikeluarkan dari pipa, oleh tukang yang membangun rumah kami. Setelah proses pembongkaran tersebut, memang kami harus renovasi lagi bagian-bagian yang sempat dibongkar, namun saluran pembuangan jadi lancar dan tidak mengganggu aktivitas kami.

Renungan hari ini mengingatkan kita untuk mengecek kembali apa yang menyebabkan ‘saluran’ memberi kita tersumbat, sehingga sangat sulit bagi kita untuk memberi atau menabur? Padahal jelas Firman Tuhan katakan, “Berilah maka kamu akan diberi!”. Bukan soal apa yang akan kita dapat setelahnya, tetapi bagaimana sikap hati kita merespons Firman Tuhan ini. Terkadang, sumber terjadinya sumbatan pada ‘saluran’ adalah respons hati kita. Terlalu banyak pertimbangan, terlalu merasa berat melepas sesuatu yang padahal Tuhan suruh kita berikan atau tabur, bahkan bisa jadi kita terlalu cinta uang atau harta, padahal jelas Firman Tuhan sudah menekankan bahwa akar dari segala kejahatan ialah cinta uang.

Kalau respons hati kita benar, maka dengan penuh kesadaran kita memberi atau menabur menggunakan takaran yang sesuai kehendak Allah, bukan kehendak kita. Ingat, jangan pernah memberi atau menabur memakai takaran kita, karena itu akan membatasi cara Allah memberkati kita. Seperti saluran yang tersumbat, akan menghalangi apa pun yang melaluinya mengalir dengan deras. kalau saluran kita lancar, kita memberi dengan takaran yang baik, maka tidak perlu kuatir kekurangan. Jelas dikatakan suatu takaran yang baik, yang digoncang, dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Dalam bahasa sederhananya, kita akan mengalami kelimpahan, sampai meluber. Haleluya. Jangan abaikan bila ada saluran yang tersumbat, segera cek dan perbaiki! (LA)

Questions:

1. Apa yang menjadi penyebab terjadinya sumbatan pada ‘saluran’ memberi kita?
2. Apa yang harus kita lakukan bila terjadi sumbatan pada ‘saluran’ memberi kita?

Values:

Salah satu penghancur sumbatan pada saluran memberi adalah kemurahan hati.

Kingdom Quotes:

Jika saluran dibiarkan tersumbat, maka akan membutuhkan kerugian dan maintenance yang lebih besar. Jadi, mana yang Anda pilih, membiaarkannya atau memperbaikinya?