PRESSING on with HOPE
Bacaan Setahun:
Yak. 4, Yer. 27-28, Yer. 27-28
“Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam penderitaan, dan bertekunlah dalam doa!” (Roma 12:12 – TB2)
Tema renungan Minggu ketiga bulan November 2025 adalah Pressing on with Hope yang memiliki arti Bertekun dengan Pengharapan. Hidup orang percaya tidak lepas dari ujian, penderitaan, dan doa yang belum terjawab. Namun Rasul Paulus mengajarkan kepada jemaat pada masa itu bahwa kunci menjalani proses kehidupan adalah bertekun dalam pengharapan. Kata “bertekun” dalam bahasa Yunani adalah proskartereō (προσκαρτερέω), yang berarti melekat dengan setia, terus bertahan tanpa menyerah. Jemaat pada masa itu menghadapi tekanan dari pemerintah dan perpecahan internal, sehingga mereka perlu dikuatkan agar tetap teguh dalam iman. Mari kita belajar tiga hal tentang Pressing on with Hope.
Yang pertama, Bersukacitalah dalam Pengharapan. Kata “pengharapan” dalam bahasa Yunani adalah elpis (ἐλπίς), yaitu pengharapan yang pasti karena bersumber dari janji Allah. Bagi orang percaya, sukacita lahir bukan dari keadaan yang menyenangkan, tetapi dari kepastian janji Allah yang tidak pernah gagal. Mazmur 71:14 menguatkan kita, “Tetapi aku senantiasa mau berharap dan menambah-nambah puji-pujian kepada-Mu.” Hari ini kita harus memutuskan bahwa sukacita dalam pengharapan membuat kita tetap kuat sekalipun situasi belum berubah, sebab kita tahu Allah pegang kendali.
Yang kedua, Sabarlah dalam Penderitaan. Kata “penderitaan” dalam bahasa Yunani adalah thlipsis (θλῖψις), yaitu tekanan, kesesakan, penderitaan berat. Paulus menegaskan bahwa sikap orang percaya bukan mengeluh, melainkan hypomenō (bertahan teguh). 2 Korintus 4:17 menguatkan kita, “Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal…” Kesabaran dalam penderitaan menolong kita melihat penderitaan sebagai jalan pembentukan, bukan kehancuran.
Yang ketiga, Bertekunlah dalam Doa. Kata “bertekun” dalam bahasa Yunani adalah proskartereō (προσκαρτερέω), yaitu setia, konsisten, tidak berhenti. Doa bukan sekadar katakata, melainkan napas iman yang menjaga pengharapan tetap hidup. Kolose 4:2 mendorong kita, “Bertekunlah dalam doa…” Dengan doa yang terus-menerus, kita belajar menyerahkan beban kepada Tuhan dan memperbarui kekuatan untuk berjalan dalam pengharapan.
Bertekun dalam pengharapan berarti bersukacita karena janji Tuhan, sabar melewati penderitaan, dan setia dalam doa. Inilah rahasia hidup yang tidak goyah oleh keadaan. Mari kita melangkah maju dengan iman yang teguh, sebab pengharapan di dalam Kristus tidak pernah mengecewakan, tetapi menuntun kita kepada kemenangan kekal. Stay blessed. (DW)
Questions:
1. Apa yang menyebabkan kita bertekun dalam pengharapan?
2. Bagaimana cara kita bertekun dalam pengharapan?
Values:
Seorang warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang mau menyadari bahwa ketekunan sejati dihasilkan dari pengenalan yang benar tentang Allah.
Kingdom Quotes:
Bertekun dalam pengharapan berarti bersukacita karena janji Tuhan, sabar melewati penderitaan, dan setia dalam doa.