BERDIRI TEGUH DALAM IMAN

BERDIRI TEGUH DALAM IMAN 

Bacaan Setahun:

2 Pet. 2
Yer. 43-44
Mzm. 140

“Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!” (1 Korintus 16:13)

Dalam ayat ini, Paulus memberikan nasihat kepada jemaat yang kerap menghadapi pengaruh yang membahayakan kesatuan dan kemurnian iman mereka. Ia mengingatkan bahwa kehidupan yang selalu berjaga-jaga dan berdiri teguh dalam iman adalah kunci bagi setiap warga Kerajaan Allah untuk mampu menghadapi godaan, tantangan, dan tekanan dunia yang semakin luar biasa. Tanpa keteguhan, iman seseorang akan mudah goyah dan akhirnya tidak mampu bertahan di tengah arus dunia yang jahat.

Baru-baru ini saya melakukan riset di kalangan generasi muda mengenai kualitas iman mereka terhadap apa yang diimani saat ini. Hasilnya, sebagian besar merasa ragu akan keselamatan mereka karena masih tergoda oleh kenikmatan hidup menurut cara dunia. Akibatnya, banyak yang merasa tertekan secara rohani karena merasa gagal menjadi pengikut Kristus yang sejati. Tugas kita semua adalah menuntun generasi muda memahami bagaimana iman yang sejati harus teguh dan tidak terhanyut dalam sistem dunia yang melemahkan iman akibat kompromi terhadap dosa. Karena itu Paulus menasihati jemaat di Korintus untuk tetap teguh dalam iman dan berdiri kuat sebagai pribadi yang berani di tengah penderitaan serta tekanan yang dapat menggoyahkan keyakinan.

Kata “berjaga-jaga” mengandung makna bahwa setiap orang percaya harus senantiasa melekat kepada Kristus dalam hubungan yang intim melalui doa dan konsisten merenungkan firman-Nya. Hanya dengan cara ini kerohanian kita akan bertumbuh dengan benar. Tanpa kedekatan dengan Tuhan, kita hanya menjadi orang Kristen dalam nama, bukan murid yang berkenan kepada Sang Guru, yaitu Kristus. Akibatnya, iman menjadi rapuh dan mudah diguncangkan karena kita tidak benar-benar mengenal Yesus secara pribadi dan dangkal dalam kebenaran-Nya.

Seorang murid sejati adalah orang yang siap berproses dalam kebenaran. Firman akan mengajarkan dan memproses kedagingan kita untuk mati di dalam kebenaran, agar kita menjadi dewasa secara rohani dan tidak lagi kekanak-kanakan dalam iman (1 Korintus 13:11). Ketika kita mau berproses untuk berdiri teguh, kita belajar menjadi pribadi yang bertanggung jawab, teguh, setia, dan berani—seperti gambaran seorang laki-laki sejati yang kuat menghadapi tekanan dalam perjalanan mengikut Kristus. Istilah “bertindak seperti laki-laki” berlaku bagi laki-laki maupun perempuan, baik di gereja Korintus maupun gereja masa kini. Dalam bahasa Yunani, frasa ini berasal dari kata andrizomai, yang berarti “berperilaku dengan berani.” Kekuatan Kristus ada dalam diri kita, dan melalui-Nya, kita dimampukan untuk berdiri teguh serta menang menghadapi setiap proses penderitaan di dunia ini. (TL)

Questions:

1. Bagaimana cara kita dapat bersikap sebagai laki-laki menurut Paulus?
2. Apakah Anda yakin dan percaya dengan iman Anda saat ini dalam menjalani proses kehidupan?Diskusikan!

Values:

Kedekatan dengan Sang Firman dan menghidupi Firman-Nya akan membawa kita berproses untuk menjadi dewasa dan kuat dalam iman percaya kita.

Kingdom Quotes:

Jadilah laki-laki yang kuat dan teguh dalam tekanan karena Kristus ada di dalam kita yang selalu memberikan kekuatan dan kemampuan untuk menjadi pemenang.