BERJALAN DALAM KEGELAPAN

BERJALAN DALAM KEGELAPAN 

Bacaan Setahun:

Gal. 2
Yer. 49-50
Mzm. 143

“Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.” (Matius 6:22-23)

Seorang profesor ateis masuk ke kelasnya dan menghampiri sebuah gelas berisi air. Setelah ia mengeluarkan sebungkus bubuk dari sakunya dan perlahan menuangkannya ke dalam gelas tersebut. Dalam hitungan detik, air dalam gelas itu berubah menjadi merah. “Ini adalah mujizat,” katanya memulai kelasnya. Lalu ia melanjutkan, “Dulu Yesus membuat mujizat di Kana. Ia mungkin menyembunyikan bubuk seperti ini di gulungan lengan jubah-Nya, lalu berpura-pura mengubah air menjadi anggur dengan cara ajaib. Namun saya dapat melakukannya lebih baik daripada Yesus—saya dapat mengubah anggur menjadi air kembali.”

Profesor ateis itu kemudian mengeluarkan sekantong bubuk lain dan mencampurkannya ke dalam cairan merah tadi. Dalam hitungan detik, cairan tersebut berubah menjadi jernih. Melihat atraksi dan mendengar komentar profesor yang angkuh itu, seorang mahasiswa mengangkat tangannya dan berkata, “Prof, Anda telah membuat kami sangat terkesan dengan eksperimen tadi. Sekarang saya mohon satu hal—maukah Anda meminum anggur itu?”Mendengar itu, sang profesor tertawa dan berkata, “Yang ini tidak dapat saya lakukan karena bubuknya beracun.”Mahasiswa itu pun menjawab, “Inilah bedanya Anda dan Yesus. Anggur yang diubah Yesus memberi sukacita, sedangkan yang Anda buat justru dapat meracuni kami dengan anggur palsu itu!”

Sesungguhnya, ada sesuatu yang menyelubungi mata hati orang-orang ateis sehingga mereka tidak mampu melihat, apalagi percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang berkuasa sepenuhnya atas hidup dan mati mereka. Karena mata hati mereka tertutup, mereka kehilangan kemampuan untuk merasakan kasih dan kebenaran yang berasal dari Allah. Hati adalah pusat kehidupan. Jika hati kita menjadi gelap karena tidak mengenal Tuhan, maka gelaplah seluruh kehidupan kita.

Sayangnya, bukan hanya orang ateis yang mata hatinya gelap karena tidak mengenal Tuhan, tetapi juga banyak orang Kristen yang memutuskan untuk tinggal di dalam kegelapan itu. Mereka berada di tengah lingkungan orang percaya, rajin ke gereja, namun hati dan kehidupannya tetap gelap karena tidak sungguh-sungguh mengenal Kristus. Orang Kristen yang hidup tanpa pertobatan dan tidak memiliki kerinduan untuk diubahkan oleh Sang Juruselamat pun sedang berjalan dalam kegelapan. Anda setuju? (AU)

Questions:

1. Apakah hati Anda sungguh terbuka untuk mengenal dan diubahkan oleh Kristus setiap hari?
2. Apakah terang Kristus nyata dalam perkataan dan perbuatan Anda, ataukah Anda masih hidup dalam kegelapan rohani?

Values:

Hati yang tidak dijaga bisa menjadi gelap meski berada di tengah terang kebenaran.

Kingdom Quotes:

Kegelapan bukan karena tidak ada terang, tetapi karena hati menolak untuk dibukakan kepada Kristus.