PERSEVERANCE IN LOVE
Bacaan Setahun:
Gal. 4:21-31
Rat. 3-4
Mzm. 146
“Kasih itu kuat bertahan menghadapi segala kesulitan. Kasih selalu percaya dan mengharapkan yang baik tentang orang lain. Kasih selalu tabah menanggung setiap keadaan.” (1 Korintus 13:7 – TSI)
Tema renungan Minggu kelima bulan Agustus 2025 adalah Perseverance in Love yang memiliki arti Bertekun dalam Kasih. Kasih sejati bukan sekadar perasaan, melainkan ketekunan yang nyata. Rasul Paulus menulis pasal ini kepada jemaat Korintus yang penuh perselisihan, untuk menegaskan bahwa tanpa kasih, semua karunia rohani tidak ada artinya. Kata “bertekun” dalam kasih digambarkan dengan empat dimensi: bertahan, percaya, berharap, dan menanggung. Kasih yang sejati tahan uji dalam segala keadaan. Mari kita belajar tiga hal tentang Perseverance in Love.
Yang pertama, Kasih itu Kuat Bertahan Menghadapi Segala Kesulitan. Kata Yunani stegō (στέγω) memiliki arti menutupi, melindungi, menahan tekanan. Jemaat Korintus diingatkan bahwa kasih bukan menyerah, melainkan bertahan dan melindungi sesama di tengah penderitaan. Galatia 6:2 telah mendorong kita, “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” Hari ini kita belajar bahwa kasih Kristus menolong kita tetap setia mendukung keluarga, sahabat, dan jemaat, meski menghadapi kesulitan besar.
Yang kedua, Kasih Selalu Percaya dan Mengharapkan yang Baik tentang Orang Lain. Kata “percaya” dalam bahasa Yunani adalah pisteuō (πιστεύω). Lebih lanjut, kata “berharap” dalam bahasa Yunani adalah elpizō (ἐλπίζω). Konteks jemaat Korintus pada saat itu sedang mengalami saling curiga dan membanggakan diri. Paulus menegaskan kasih selalu melihat yang terbaik, bukan berprasangka buruk. Filipi 1:6 telah menguatkan kita, “Ia yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya…” Hari ini kita belajar bahwa kasih membuat kita melihat orang lain dengan lensa pengharapan, bukan kecurigaan atau kekecewaan.
Yang ketiga, Kasih Selalu Tabah Menanggung Setiap Keadaan. Kata “tabah menanggung” dalam bahasa Yunani adalah hypomenō (ὑπομένω), yang artinya bertahan, tidak menyerah, tetap teguh di bawah tekanan. Kasih sejati bukan kasih yang rapuh, tetapi kasih yang tahan banting. Kolose 3:14 sangat menguatkan kita, “Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” Hari ini kita belajar bahwa kasih sejati terlihat ketika kita tetap menanggung, memaafkan, dan merangkul meski disakiti atau dikecewakan.
Bertekun dalam kasih berarti memilih untuk tetap mengasihi, meski dalam kesulitan, tetap percaya dan berharap yang terbaik tentang orang lain, serta tetap tabah menanggung setiap keadaan. Kasih sejati bukan hanya kata-kata, tetapi keteguhan hati yang lahir dari Kristus. Mari kita bertekun dalam kasih, sebab kasih yang demikian tidak akan pernah gagal, melainkan membawa kemenangan kekal. Stay blessed. (DW)
Questions:
1. Bagaimana cara memraktikkan kasih Kristus dalam ketekunan?
2. Mengapa kita perlu memraktikkan kasih Kristus dalam ketekunan?
Values:
Seorang warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang mau berkomitmen untuk memraktikkan kasih Kristus dalam ketekunan.
Kingdom Quotes:
Bertekun dalam kasih berarti memilih untuk tetap mengasihi, meski dalam kesulitan, tetap percaya dan berharap yang terbaik tentang orang lain, serta tetap tabah menanggung setiap keadaan.