Guarding Your Heart | Pdm. Vonny Agustina Susanta

(15) “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” (Amsal 4:23)

Dunia ini penuh dengan kejahatan, korupsi, tipu daya, dan berbagai gangguan. Perjalanan kehidupan kita bersama dengan Tuhan ditentukan oleh sikap dan kondisi hati kita. Banyak orang yang menjaga reputasi, nama baik, harta, rumah dan pekerjaan, tetapi banyak orang yang lupa menjaga hatinya. Kita akan belajar akan pentingnya menjaga hati kita dalam menghidupi perjalanan bersama dengan Tuhan.

MENGAPA HARUS MENJAGA HATI?

Hati harus dijaga agar tidak tercemar oleh pikiran yang salah dapat merusak kualitas hidup yang secara sosial akan mempengaruhi hubungan kita dengan orang lain dan secara spiritual akan mempengaruhi hubungan dengan Tuhan. Jika seseorang selalu mengarahkan hatinya kepada Tuhan, maka hidupnya akan selaras dengan kehendak Tuhan. Tetapi, jika kita meletakkan semua kekuatan kepada diri kita sendiri, maka kita tidak dapat menyelaraskan kehidupan kita dengan kehendak Tuhan.

MENGAPA HATI ITU PENTING?

Kata ”Hati” berasal dari bahasa Ibrani yakni “LEV” (לב) yang berarti pusat atau keberadaan manusia. Di dalam hati, terkandung aspek penting dalam kehidupan manusia, seperti pemikiran, intelektual, emosi, perasaan, kehendak, motivasi, spiritual dan moralitas.

PEMIKIRAN & INTELEKTUAL

(5) Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar  di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata. (Kejadian 6:5)

Kecenderungan untuk berbuat jahat, kehendak yang dipenuhi hal-hal licik dan negatif mungkin pernah kita rasakan dan itu disebabkan oleh dosa. Tuhan sedih apabila hati manusia dipenuhi kejahatan dan cenderung berbuat jahat, sebab DNA orang percaya adalah Kristus yang dari-Nya segala sesuatu yang baik ada.

EMOSI & PERASAAN

(8) Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan. (Mazmur 37:8)

Jika hati kita dipenuhi dengan emosi negatif, maka perasaan negatif juga ada dalam diri kita sehingga kita justru merancang rencana-rencana yang jahat bagi orang lain untuk memuaskan keinginan diri kita. Tetapi, jika emosi yang positif/ baik ada dalam diri kita, maka kita akan memiliki perasaan yang diberkati.

KEHENDAK & MOTIVASI

(9) Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya. (Amsal 16:9)

Kehendak adalah keinginan akan sesuatu sedangkan motivasi adalah pendorong untuk mewujudkan tindakan. Apabila motivasi muncul dari keinginan diri sendiri, maka akan muncul rasa lelah dan merasa gagal. Tetapi jika motivasi tersebut berpusat pada Allah, maka Tuhan yang akan menuntun langkah kita.

SPIRITUAL & MORALITAS

(12) Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! (Mazmur 51:12)

WASPADALAH – JAGA HATI BAGAIMANA MUSUH MENYERANG?

Melalui Kepahitan

(15) “Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.” (Ibrani 12:15)

Mengapa kita mudah mengalami kepahitan? Karena ketidakmampuan atau ketidaktersedianya pengampunan karena kita belum mampu atau tidak bersedia untuk melepaskan pengampunan, sebab kepahitan berkaitan dengan pengampunan. Kita memiliki pilihan, apakah kita mau tinggal dalam kepahitan atau dibebaskan dan keluar dari kepahitan sebagai seorang pemenang?

Melalui Hawa Nafsu & Kenajisan

(15) “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” (Matius 5:8)

Hawa nafsu tidak hanya berkaitan dengan hal seksualitas, tetapi juga berkaitan dengan soal makanan. Hal tersebut bisa menjadi hawa nafsu bagi kita. Apa yang kita konsumsi secara berlebihan, tidak baik bagi tubuh dan kesehatan kita.

Melalui Ketakutan & Kekhawatiran

(15) “Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. (Lukas 21:26)

Jika kita merasakan ketakutan dan kekhawatiran terus menerus, maka hal tersebut dapat membuat hati kita menjadi kacau balau.

Melalui Tipu Daya & Ketakutan

(15) “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.” (Yohanes 8:44)

Hati kita dapat menjadi hancur apabila hidup kita dilanda tipu daya dan ketakutan.

BAGAIMANA MENJAGA HATI YANG EFEKTIF?

PENUHI DENGAN FIRMAN TUHAN

Tidak ada cara lain untuk kita memenuhi hidup dan kebutuhan kita selain dengan membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari. Membaca dan merenungkan merupakan 2 hal yang berbeda. Membaca adalah sekadar membaca tanpa harus mengetahui maknanya sedangkan merenungkan merujuk kepada penelaahan suatu ayat dalam Alkitab untuk mendapatkan pesan dari ayat tersebut.

JAGA MATA & TELINGA

Mata dan telinga berfungsi sebagai gerbang menuju hati. Melalui penglihatan dan pendengaran, seseorang dapat memfilter apa yang masuk ke dalam pikiran dan memengaruhi hati.

JADIKAN DOA SEBAGAI GAYA HIDUP

Ketika kita menjadikan doa sebagai gaya hidup maka kita sedang membangun hubungan pribadi dengan Tuhan dan mengakui ketergantungan kita kepada Tuhan. Doa sebagai gaya hidup juga merupakan teladan yang diberikan oleh Tuhan Yesus untuk menerima  bimbingan dan hikmat dari Roh Kudus. Melalui doa kita juga menaikkan syukur, memohon dan mengakui dosa sehingga membawa kedamaian dan kekuatan untuk melakukan perintah Tuhan

BERJALAN BERSAMA ROH KUDUS (FUNGSI 3 M)

Untuk membersihkan, membimbing, dan memperkuat hati agar tetap selaras dengan kehendak Allah maka kita harus senantiasa berjalan bersama Roh Kudus yang berfungsi untuk Membimbing hati, Memperbarui hati dan Menghasilkan buah yang baik. Berjalan bersama Roh Kudus bukanlah pilihan, melainkan keharusan bagi seorang Kristen yang ingin menjaga hati. Tanpa Roh Kudus, hati akan mudah tercemar oleh dosa dan pengaruh dunia.

 

TANDA-TANDA HATI YANG TERJAGA

Ada kedamaian dalam keadaan apapun (karena selalu percaya kepada Tuhan)

(23) “Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.” (Yesaya 26:3)

Cepat mengampuni dan lambat menjadi marah

(13) “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, perbuat jugalah demikian.” (Kolose 3:13)

Menghasilkan kata-kata yang positif (Dipimpin oleh Tuhan)

(34) “Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.(Matius 12:34)

Menunjukkan iman dan kepercayaan yang tidak tergoyahkan

(5) “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. (6) Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. (Amsal 3:5-6)

Hati adalah medan pertempuran kehidupan dan destiny kita. Jika kehilangannya, kita akan kehilangan segalanya. Jika kita menjaganya, kita memelihara jiwa iman, sukacita, dan tujuan hidup kita. Hari ini, Tuhan memanggil kita untuk memperhatikan tempat yang tak terlihat yaitu—hati. (AH)