BANYAK YANG AKAN MURTAD
Bacaan Setahun:
Ef. 2
Yeh. 6-7
Yes. 40
“Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan” (1 Timotius 4:1)
Salah satu peringatan serius dalam Alkitab adalah kenyataan bahwa pada akhir zaman akan banyak orang yang murtad. Hal ini menjadi peringatan keras bagi setiap orang percaya, sebab kemurtadan tidak terjadi pada orang yang tidak mengenal Tuhan, tetapi dapat menimpa mereka yang pernah mengaku percaya.
Sayangnya, ada sebagian orang Kristen yang memiliki pemahaman keliru tentang konsep “sekali selamat tetap selamat”. Mereka menganggap keselamatan sebagai tiket sekali masuk surga tanpa perlu lagi hidup berjaga dan bertumbuh dalam iman. Akibatnya, kehidupan rohani menjadi tumpul, hati tidak lagi peka terhadap dosa, dan hidup dijalani dengan sembrono.
Padahal, Alkitab berulang kali menegaskan pentingnya berjaga-jaga dan waspada agar iman tidak goyah. Yesus sendiri berkata, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan” (Matius 26:41). Rasul Paulus juga menasihatkan agar kita memperhatikan bagaimana kita hidup, menggunakan waktu dengan bijak, sebab hari-hari ini jahat (Efesus 5:15–16). Artinya, berjaga bukanlah sikap pasif, melainkan kesadaran aktif untuk menjaga iman, hati, perbuatan, dan waktu agar tetap selaras dengan kehendak Allah.
Mengapa hal ini penting? Karena akan tiba saatnya perbedaan antara yang benar dan yang jahat semakin nyata. Wahyu 22:11–12 menyatakan, “Barang siapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barang siapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; barang siapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; dan barang siapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya! Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.” Dunia akan semakin gelap oleh dosa, tetapi justru di tengah kegelapan itu orang percaya dipanggil untuk menjadi terang. Hidup kudus bukanlah pilihan opsional, melainkan tanda nyata dari iman yang sejati.
Keselamatan bukan hanya tentang memulainya dengan percaya, melainkan juga tentang menyelesaikan perjalanan iman dengan setia. Yesus menegaskan, “Barang siapa bertahan sampai pada kesudahannya, ia akan selamat” (Matius 24:13). Karena itu, iman sejati harus dijaga, dipelihara, dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Iman yang tetap teguh hingga akhir akan berbuah pada keselamatan yang kekal di dalam Kristus. (DD)
Questions:
1. Apakah selama ini Anda hidup dengan sikap berjaga atau justru lengah dalam iman Anda?
2. Bagian mana dalam hidup Anda yang masih perlu dijaga agar tetap kudus di hadapan Tuhan?
Values:
Sebagai warga Kerajaan kita harusnya paham, hanya mereka yang bertahan sampai akhir dengan hidup kudus yang akan menerima mahkota kehidupan.
Kingdom Quotes:
Berjaga-jaga berarti menjaga iman, hati, dan hidup kita tetap selaras dengan firman, bukan hidup sembrono dan lengah.