PREPARING for CHRIST’S RETURN

PREPARING for CHRIST’S RETURN 

Bacaan Setahun:

Ef. 4:1-16
Yeh. 10-11
Yes. 42

“Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu kapan harinya Tuhanmu datang.” (Matius 24:42 – TB2)

Tema renungan Minggu pertama bulan Desember 2025 adalah Preparing for Christ’s Return yang memiliki arti Persiapan untuk Kedatangan Kristus. Hidup Kristen sejati selalu diarahkan pada penantian yang aktif, bukan pasif. Kata “berjaga-jagalah” dalam bahasa Yunani adalah gregoreō (γρηγορέω), yang berarti tetap sadar, waspada, dan tidak tertidur secara rohani. Dalam konteks zaman Yesus, seorang penjaga malam harus tetap terjaga agar tidak kecolongan saat tuannya datang. Demikian pula orang percaya harus menjaga hati dan iman agar tidak lengah di tengah godaan dunia. Sudahkah kita menjadi pribadi yang berjaga dan tidak lengah oleh godaan dunia? Mari kita belajar tiga hal tentang Preparing for Christ’s Return.

Yang pertama, Berjagalah Senantiasa Seolah Tiada Hari Esok. 1 Tesalonika 5:6 mengingatkan kita, “Sebab itu janganlah kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.” Kata sadar dalam bahasa Yunani adalah nēphō (νήφω) yang memiliki arti “tetap sadar dan terkendali.” Makna hidup dalam kesadaran rohani bahwa setiap hari bisa menjadi hari kedatangan Tuhan. Mari kita tidak menunda pertobatan atau pelayanan, karena besok belum tentu ada.

Yang kedua, Bersikap Benar dalam Segala Keadaan. 2 Petrus 3:11–12 memperingatkan kita, “Betapa suci dan salehnya kamu harus hidup, kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah.” Kata saleh dalam bahasa Yunani adalah hosios (ὅσιος) memiliki arti “saleh, berintegritas.” Kata ini bermakna tentang kesiapan rohani yang diukur dari karakter yang benar, bukan dari aktivitas keagamaan semata. Mari kita tetap jujur, adil, dan tulus di tengah dunia yang penuh kompromi.

Yang ketiga, Tetap Kuat di Masa Sukar. Yakobus 5:8 telah menegaskan kepada kita, “Kamu juga harus sabar dan teguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat.” Kata Yunani stērizō (στηρίζω) memiliki arti “menguatkan, meneguhkan.” Kata ini bermakna tentang orang yang menanti Kristus tidak mudah goyah oleh tekanan dan godaan. Mari kita berkomitmen untuk bertahan dalam iman sekalipun situasi tidak pasti.

Persiapan untuk kedatangan Kristus bukan sekadar menghitung tanda-tanda zaman, tetapi terus menata hati agar tetap murni, siap, dan teguh. Mari kita hidup berjaga, berkarakter benar, dan beriman teguh, karena Sang Raja akan segera datang. Stay Blessed. (DW)

Questions:

1. Sudahkah kita menata hati agar tetap murni, siap siaga, dan teguh?
2. Apakah yang menghalangi kita untuk hidup berjaga, berkarakter benar, dan beriman teguh?

Values:

Seorang warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang menyadari bahwa ia harus menata hati agar tetap murni, siap siaga, dan teguh.

Kingdom Quotes:

Mereka yang siap menantikan Kristus, hidup seolah Ia datang hari ini.