KASIH DAN PENGAMPUNAN

KASIH DAN PENGAMPUNAN 

Bacaan Setahun:

Ef. 5:21-33
Yeh. 16
Yes. 45

“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (Efesus 2:10)

Kita melakukan perbuatan baik bukan karena kita baik, tetapi karena Allah itu baik dan terlebih dahulu telah berbuat baik bagi kita. Kita juga melakukan perbuatan baik tidak untuk memperoleh keselamatan, sebab karena kasih karunia kita diselamatkan oleh iman kepada Yesus; itu bukan hasil usaha kita, tetapi pemberian Allah (Efesus 2:7-9).

Ketika kita beriman kepada Yesus dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi maka status kita juga diangkat menjadi warga Kerajaan Sorga dan menjadi perwakilan kerajaan-Nya di bumi ini. Tentunya kehidupan kita harus mencerminkan Sang Raja. Ia adalah Allah yang penuh kasih dan pengampunan. Kasih adalah hakikat Allah paling dalam, Dia tidak saja memiliki kasih, tetapi Dialah kasih itu. Karena kasih-Nya kita menerima pengampunan dari Allah. Kasih dan pengampunan adalah karunia pertama yang paling penting yang dapat kita terima. Melalui kasih dan pengampunan itu kita dipulihkan dan ditebus dari kebinasaan sehingga kita dimampukan untuk mengasihi orang lain.

Kasih dan pengampunan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Kasih sejati tidak menyimpan kesalahan tetapi melepaskan pengampunan. Melepaskan pengampunan memang bukan hal yang mudah, apalagi jika luka yang diberikan begitu dalam, tetapi kita dipanggil untuk mengasihi dan mengampuni sebagaimana Kristus telah lebih dahulu mengasihi dan mengampuni kita. Ketika kita mengampuni bukan berarti kita membenarkan kesalahan orang lain, tetapi mengampuni adalah pilihan dan sikap hati yang membebaskan kita dari kepahitan dan memberikan pemulihan.

Di saat dunia melegalkan pembalasan mata ganti mata dan gigi ganti gigi, bahkan dalam keadaan yang sukar manusia semakin mencintai dirinya sendiri, membual dan menyombongkan diri, menjadi pemfitnah, memberontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak memedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah (2 Timotius 3:1-4). Kita sebagai warga Kerajaan Allah justru dipanggil untuk hidup menerapkan kasih dan pengampunan serta berdoa bagi orang yang menganiaya kita. Memang hal ini tidaklah mudah, itulah sebabnya kita harus dipenuhi oleh Roh Kudus yang memampukan kita melakukan segala perintah Tuhan sehingga orang melihat sesuatu yang berbeda dari kehidupan kita. (RSN)

Questions:

1. Apakah kasih karunia pertama yang kita terima supaya kita mampu hidup di dalam kasih?
2. Bagaimana kehidupan kita mencerminkan pribadi Sang Raja?

Values:

Pengampunan adalah karunia dari Tuhan untuk kita, melalui pengampunan itu kita dipulihkan dan ditebus dari kebinasaan sehingga kita dimampukan untuk mengasihi.

Kingdom Quotes:

Kasih sejati tidak menyimpan kesalahan tetapi melepaskan pengampunan.