Maintaining Perseverance Spirit | Pdm. Setiawan Sanusi Tupang

(7) “Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.” (1 Korintus 13:7)

Minggu ini Firman Tuhan berbicara tentang Perseverance In Love (Bertekun Dalam Kasih). Ketekunan adalah suatu hal yang harus dilakukan berulang-ulang kali dan tidak hanya sekali. Jika kita bertekun dalam kasih, artinya memilih tetap mengasihi sesama, meskipun dalam kondisi yang sulit untuk mengambil suatu keputusan, tetap percaya dan berharap yang terbaik tentang orang lain, serta tetap kuat dan sabar menghadapi setiap keadaan.

”KASIH MENUTUPI SEGALA SESUATU (KUAT BERTAHAN MENGHADAPI SEGALA TEKANAN)

KASIH SELALU PERCAYA (IMAN PERCAYA)

Kita percaya Tuhan Yesus sanggup merubah segala sesuatu yang belum kita pikirkan tetapi Tuhan sudah siapkan sebab Ia mengetahui hal yang kita butuhkan.

(16) “Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.” (1 Yohanes 4:16)

Jika Allah beserta kita, maka percayalah kepada-Nya bahwa hidup kita ada dalam rencana-Nya dan tidak perlu kuatir untuk hari esok sebab kita adalah biji mata Tuhan yang dipelihara oleh-Nya asal kita tetap berpegang pada Firman Tuhan dan tidak berkompromi dengan dunia serta tetap hidup berintegritas.

(22) “Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, (23) selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!.” (Ratapan 3:22-23)

Tuhan selalu memberikan hikmat atas umat-Nya setiap pagi hari. Kasih Kristus dalam hidup kita, harus kita pelihara dan pertahankan setiap saat.

(1) “Kalau pun aku diberi kemampuan untuk berbicara dalam semua bahasa manusia, bahkan bahasa-bahasa para malaikat, tetapi bila aku tidak mengasihi orang lain, maka aku seperti tong kosong yang nyaring bunyinya—mengucapkan banyak kata, tetapi sama sekali tidak bermanfaat.” (1 Korintus 13:1 TSI)

Walaupun umat percaya di karuniai dengan berbagai hal tetapi tanpa ada kasih Kristus dalam hidupnya, maka semuanya adalah kesia-siaan. Namun, apabila kasih Yesus tinggal dalam hidup kita sesuai dengan kehendak-Nya, Ia akan memberikan kita kemudahan dan kemurahan seumur hidup kita.

(20) “Jikalau seorang berkata: ”Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. (21) Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.” (1 Yohanes 4:20-21)

Tuhan memerintahkan kita untuk mengasihi sesama, tetapi terkadang Tuhan juga mengizinkan proses melalui orang terdekat kita sebagai bentuk ujian.

KASIH ITU SABAR (KETEKUNAN KESABARAN DALAM PENGHARAPAN)

Kasih itu panjang sabar dan kita harus memilikinya karena kesabaran itu penting. Tuhan memberikan bentuk kesabaran yang panjang sabar.

(22) “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,” (Galatia 5:22)

Kasih yang terutama sebab ada kesabaran di dalamnya. Mungkin kita berpikir bahwa “kesabaran ada batasnya”, tetapi Kristus berpesan kepada Rasul Petrus bahwa kita harus bersabar dan mengampuni orang “70 X 7 X” yang berarti panjang sabar.

(4) “Dan kesabaran menghasilkan suatu watak yang kuat dalam diri kita serta menolong kita supaya senantiasa lebih memercayai Allah setiap kali kita bersabar, sampai akhirnya pengharapan dan iman kita menjadi kuat dan teguh.” (Roma 5:4 FAYH)

KASIH ITU MENGAMPUNI

(21) “Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: ”Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” (22) Yesus berkata kepadanya: ”Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” (Matius 18:21-22)

Mengampuni tidaklah ada batasnya. Kita tidak bisa mengampuni dengan terbatas. Kita bisa melakukan pengampunan karena Firman Tuhan dan Roh Kudus yang memampukan kita. Juga sangat diperlukan adanya komunitas (Komunitas Kerajaan) untuk kita bertumbuh dalam kebenaran.

(9) “itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, (10) datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. (11) Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya (12) dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; (13) dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.] (14) Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. (15) Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”
(Matius 6:9-15)

            (13) “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.” (1 Korintus 13:13)

Tuhan memerintahkan kita untuk mengasihi sesama, terkadang Tuhan mengizinkan proses melalui orang terdekat kita sebagai bentuk ujian.

3 Hal yang dapat kita pelajari bagaimana bertekun didalam kasih yaitu kasih selalu percaya, percaya pada Tuhan dan percaya pada orang-orang yang kita kasihi, kasih itu sabar dan bertekun dalam pengharapan. Kasih juga mengampuni dan tidak menyimpan kesalahan yang orang lain lakukan kepada kita.  Pilihan ada di tangan kita. Apakah kita memilih tetap mengasihi sesama, meskipun dalam kondisi yang sulit untuk mengambil suatu keputusan, tetap percaya dan berharap yang terbaik tentang orang lain, serta tetap kuat dan sabar menghadapi dalam setiap keadaan. Amin. (AH)