Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah. (Maleakhi 4:5-6)
Memasuki Tahun yang baru The Year of Decision kita harus mengambil keputusan yang benar, salah satunya adalah Pemulihan Keluarga dengan membangun hubungan yang benar dengan Tuhan, memperbaiki keluarga, dan menetapkan prioritas hidup agar segala keputusan membawa berkat dan keberhasilan. Jika Keluarga mengalami kebangunan dan kegerakan maka akant terjadi pemulihan di dalam keluarga yang berdampak kepada gereja dan lingkungan.
Sebuah riset menuliskan bahwa 85% rumah tangga tidak bahagia. Pilihan ada di tangan kita, apakah kita percaya dengan 85% itu atau memilih yang 15 %. Memang di dalam rumah tangga terkadang ada perbedaan, ada percekcokan, mungkin tidak sepaham atau beda pendapat, beda sudut pandang, Tuhan tidak menjadikan kita sama, tetapi yang beda-beda itu disatukan di dalam kasih Tuhan.
Di dalam membangun rumah tangga memang tidak ada sekolah dan kurikulumnya. Kita harus belajar bahwa setiap rumah tangga harus kita benahi, tidak peduli berapa lama kita sudah membangun rumah tangga. Kitab Maleakhi adalah kitab terakhir dalam Perjanjian Lama dan pasal 4 ini adalah pasal terakhir. Ayat yang keenam ini juga merupakan ayat yang terakhir. Jadi, sebelum penutup perjanjian lama dan sebelum masuk ke perjanjian baruTuhan memberikan janji pemulihan di dalam rumah tangga. Pemulihan adalah inisiatif ide dan niat serta rencana daripada Tuhan sendiri.
Kisah Adam dan Hawa sebagai gambaran kegagalan awal dalam keluarga dan perlunya pemulihan. Yesus mengawali mukjizat dengan memperbaiki pernikahan sebagai simbol pemulihan keluarga. Firman Tuhan dari Kejadian 26 tentang Isak mengajarkan pentingnya urutan prioritas: membangun hubungan dengan Tuhan (mesbah), memelihara keluarga (kemah), dan memenuhi kebutuhan hidup (sumur). Prioritas yang benar akan menghasilkan keberhasilan yang berkelimpahan.
The Year of Decision menggarisbawahi tanggung jawab personal setiap orang dalam pengambilan keputusan yang berkualitas sebagai kunci masa depan. Makna Family Revival dari akronim ‘FAMILY’ yang bisa kita pelajari agar keputusan yang diambil di tahun ini akan menentukan arah dan masa depan hidup, terutama untuk keluarga dan pelayananadalah:
F (Faithfulness/Kesetiaan) – Keputusan untuk selalu setia kepada pasangan
Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! (Mazmur 128:1-2)
Dimulai dengan kesetiaan kepada Tuhan dan pasangan sebagai dasar berkat keluarga. Kesetiaan berakar pada iman dan takut akan Tuhan, serta diwujudkan dalam usaha dan kerja keras.
A (Acceptance/Penerimaan) – Keputusan untuk menerima pasangan apa adanya
Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! (Mazmur 128:3)
Pentingnya menerima pasangan dan orang lain di lingkungan keluarga maupun sosial, termasuk keterbukaan dan saling pengertian. Hubungan yang sehat perlu belajar menerima perbedaan, sebagaimana suami istri tidak harus sama tetapi saling melengkapi.
M (Maturity/Kedewasaan) – Keputusan untuk menjadi dewasa
Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.
(Mazmur 128:4)
Kedewasaan mencerminkan hidup takut akan Tuhan, kemampuan mengambil keputusan benar, dan kemauan mengakui kesalahan. Kedewasaan rohani dan emosional membantu keluarga berjalan harmonis meskipun ada perbedaan karakter antara suami dan istri.
Perbedaan mendasar antara pria dan wanita dalam logika dan cara berpikir sehingga perlu saling memahami dan menghormati. Posisi dan hierarki pasangan penting untuk dijaga agar hubungan keluarga tetap sehat.
I (Intimacy/Keintiman) – Keputusan untuk membangun Keintiman keluarga
Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! (Mazmur 128:5-6)
Keintiman perlu terus dibangun dan dipelihara agar hubungan suami istri tidak hanya sebatas rutinitas tetapi memiliki kedekatan emosional yang kuat. Tantangan jaman modern seperti penggunaan handphone yang mengurangi keintiman juga disinggung.
L (Love/Cinta) – Keputusan untuk Mencintai Pasangan dan Keluarga
Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,
(Efesus 5:28-29)
Cinta dalam rumah tangga diwujudkan dalam komitmen dan penghormatan. Perubahan diri pribadi penting untuk memulai proses pemulihan keluarga. Kesuksesan hubungan keluarga tergantung pada usaha bersama, bukan mengandalkan perubahan pasangan semata.
Y (You/Anda) – Sadari pribadi Anda adalah faktor utama Pemulihan Keluarga
Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” (Matius 19:5-6)
Konflik suami istri bukan indikator ketidakharmonisan mutlak, melainkan membutuhkan kesabaran, penerimaan, dan komunikasi dewasa. Perubahan pribadi lebih efektif untuk memulihkan keluarga daripada menuntut pasangan berubah. Amin. (RCH)