Tema kita tahun 2026 adalah Tahun Keputusan (The Year of Decision) dari Yoel 3:14 “Banyak orang, banyak orang di lembah penentuan! Ya, sudah dekat hari TUHAN di lembah penentuan!” Sedangkan tema khotbah hari ini adalah My Decision (Keputusanku) diambil dari Markus 1:16-20 namun secara khusus di Markus 1:17. Kita sama-sama merenung dan merefleksikan Firman Tuhan ini dalam hidup kita dan ada satu keputusan yang kita ambil dan kita taati. Mari kita sama-sama belajar. Ketika kita mengambil keputusan untuk mau mengikut Yesus maka Yesus memberikan kesempatan-kesempatan berikut.
Mengikuti Yesus (Tahapan ke-1)
Markus 1:16-17 ditulis Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.Yesus berkata kepada mereka: ”Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Dari ayat ini, kita tahu Yesus yang aktif, dia berkeliling dan melihat. Yesus saat itu sedang mencari murid-murid yang pertama. Yesus melihat Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes sedang rajin bekerja sebagai nelayan atau penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, “Mari ikutlah Aku!” Mungkin kita sejak kecil sudah pergi ke gereja namun bisa saja kita belum mengikuti Yesus. Apa arti sebenarnya ikut Yesus? Datang ke gereja, lalu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, semua dosa kita diampuni dan kita hidup dalam kasih karunia lalu kita boleh melakukan dosa sepuas-puasnya. Tentu tidak!
Dalam 1 Korintus 3 dan Efesus 2:8-9, kita semua akan diselamatkan tetapi seperti keluar dari dalam api, itulah kasih karunia. Jangan salah mengerti bahwa karena dalam kasih karunia maka kita bebas berbuat dosa. Kita termasuk orang yang tidak tahu diri apabila kita selalu melakukan dosa. Orang yang mengerti kasih karunia Allah pasti takut melakukan dosa dan menyadari bahwa ketika jatuh dalam dosa, kita harus bertobat dan oleh kasih karunia Allah kita diampuni dan masih diberi kesempatan. Seringkali manusia tidak setia tetapi Tuhan tetap setia. Mengikuti Tuhan Yesus adalah apa yang Tuhan mau kita lakukan, itulah yang kita lakukan melalui Firman Tuhan.
Yohanes 21: 19, 22 tertulis Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: ”Ikutlah Aku.”Ayat 22 Jawab Yesus: ”Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.” Ini terjadi setelah Yesus bangkit. Petrus sudah menerima panggilan Tuhan di awal pelayanan Yesus tetapi setelah mengikuti Yesus, selalu bersama-sama dengan Yesus selama lebih dari 3 tahun, Yesus masih berkata kepada Petrus, “Ikutlah Aku!” Bahkan Yesus berkata “Ikutlah Aku!” sampai dua kali kepada Petrus.
Mari kita renungkan bersama, apakah kita selama ini sudah mengikuti Yesus? Mengikuti Yesus artinya mengikuti kehendak-Nya. Dalam Yohanes 21 kata kehendak paling tidak muncul 4 kali. Kita seringkali berkata mengikuti Yesus tetapi sebenarnya kita punya kehendak sendiri. Markus 8:33-34 dikatakan Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: ”Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: ”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Mengikut Yesus artinya kita melepaskan “ego” kita. Kita hidup bukan lagi untuk diri kita. Yang kedua, memikul salib artinya rela menderita karena keyakinan kita kepada Yesus. Jadi, mengikuti Yesus adalah menyangkal diri, memikul salib dan melakukan kehendakNya.
Menjalani Proses Pembentukan Oleh Yesus (Tahapan ke-2)
Dalam Markus 1:17 tertulis Yesus berkata kepada mereka: ”Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Perkataan, “akan Kujadikan” artinya “ada proses” Orang yang sedang diproses oleh Tuhan pasti tidak enak. Ada kebiasaan-kebiasaan yang harus ditinggalkan. Ada nilai-nilai hidup yang harus berubah. Sebagai orang percaya, kita harus membuka diri untuk diproses. Salah satu contoh tentang mengampuni. Ketika kita disakiti, biasanya kita sulit mengampuni. Mengapa? Karena setiap kita mengampuni lalu kita dilukai lagi.
Proses ini tidak mudah. Tetapi di balik proses itu ada maksud Tuhan supaya kita semakin bisa mengampuni orang lain. Tuhan katakan kita harus mengampuni tujuh puluh kali tujuh kali. Kalau kita mau mengikut Yesus, siapkanlah diri kita untuk diproses terus-menerus. Sebagai orang percaya kita mengalami, pertama proses dari orang berdosa lalu percaya Yesus dan dijadikan orang-orang yang sudah dikuduskan. Dalam tahap ini kita masih bisa berbuat atau jatuh dalam dosa. Inilah yang disebut proses pengudusan progresif.
Menjadi Sesuai dengan KehendakNya (Tahapan ke-3)
Markus 1:17 Yesus berkata kepada mereka: ”Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (bandingkan dengan ayat 16. …” penjala ikan”). Kata “menjala” biasanya lebih kepada “kelompok.” Kalau kita mau menjadi penjala manusia, kita harus tahu “cara menjala.” Dalam melakukan penginjilan, kita harus tahu waktu yang tepat (timing). Menginjil bukan untuk mecapai target/jumlah jiwa-jiwa yang akan dimenangkan. Yang penting kita tetap kerjakan, jadilah saksi Kristus.
Saudara-saudara mari kita ambil keputusan untuk “mengikut Yesus” setelah itu Yesus memberikan kesempatan-kesempatan kepada kita yaitu mengikuti Yesus, menjalani proses pembentukan oleh Yesus dan menjadi sesuai dengan kehendakNya. Apa keputusan Saudara sekarang? Tuhan Yesus memberkati, (RJ)