KRISTUS SANG RAJA SEJATI
Bacaan Setahun:
Kel. 1:1 – 3:22, Mat. 26:1–30, Mzm. 19:1–6
“Maka kata Pilatus kepada-Nya: ”Jadi Engkau adalah raja?” Jawab Yesus: ”Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.” (Lukas 1:30-31)
Dalam sejarah dunia, kita mengenal raja atau pemimpin-pemimpin terkemuka yang tentu tidak asing di telinga kita. Tokoh seperti Salahuddin Ayyubi, Adolf Hitler, Guy De Lusignan, Napoleon Bonaparte, yang memerintah dengan pedang ataupun kekuasaan dengan tujuan untuk memperluas wilayah mereka seturut hasratnya. Kita mungkin takjub dengan cara mereka memimpin suatu komunitas, menyusun strategi untuk menumpas musuh, ataupun dalam gaya kehidupan mereka sebagai seorang pimpinan.
Dalam bacaan Injil hari ini, kita menyimak percakapan Pontius Pilatus dengan Tuhan Yesus Kristus saat Yesus nanti akan dijatuhi hukuman penyaliban. Pilatus meragukan identitas dan pribadi Kristus sebagai Raja, sebab model Raja yang Yesus tunjukkan pada Pilatus tidak sama seperti yang ada di dunia. Yesus mengindentifikasi status dan identitas-Nya bahwa Dia memang adalah Raja, tetapi Kerajaan-Nya bukan dari dunia ini dan tujuan kedatangan Kristus ke dunia adalah untuk memberikan kesaksian tentang kebenaran Allah.
Hal tersebut mengindikasikan bahwa Yesus berasal dari Sorga dan bukan dari dunia. Andaikata Yesus berasal dari dunia dan Kerajaan-Nya ada di dunia ini, tentulah pengikut atau hamba-Nya akan melindungi-Nya dari orang-orang Yahudi. Kedatangan Yesus adalah untuk memenuhi misi perutusan yang Bapa kehendaki, yakni mendorong orang-orang kembali kepada pertobatan dan memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kesaksian Alkitab akan pribadi Kristus sebagai Raja mengajak kita untuk memahami kebenaran di dalam Dia dan mewujudkan kehendak-Nya di dunia.
Identifikasi Kristus sebagai Raja yang Sejati atas alam semesta dan hidup manusia hendak menegaskan posisi-Nya sebagai Penguasa yang berdaulat dan absolut melebihi kekuasaan duniawi. Kekuasaan dan identitas Kristus sebagai Raja bukan sebagai sarana kemegahan dan kepameran semata-mata, melainkan menunjukkan bahwa Dia adalah Raja yang bersolidaritas yang menghadirkan warta pembebasan bagi mereka yang terbelenggu, rengkuhan bagi mereka yang tersingkirkan dan pertolongan di tengah penindasan.
Salah seorang Teolog Peru yang bernama Gustavo Gutiérrez Merino, merefleksikan bahwa Yesus bukan Tuhan yang jauh melainkan Allah yang dekat, hadir dan berkarya di tengah umat manusia, khususnya ketika ketidakadilan dan kepahitan sosial melanda Amerika Latin. Oleh karena itu, mari kita mendeklarasikan sang Raja yang Sejati yaitu Kristus Tuhan sebagai Allah yang dekat, hadir dan berkarya dalam setiap langkah kehidupan dan pelayanan kita, terlepas dari latar belakang kita yang beragam. (AH)
Questions:
1. Mengapa Kristus disebut sebagai Raja yang sejati?
2. Sudahkah Kristus menjadi Raja di dalam hati, pikiran dan hidup kita seutuhnya? Diskusikan!
Values:
Sebagai warga Kerajaan Allah, kita turut menghadirkan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh Kristus kepada kita melalui kesaksian Alkitab.
Kingdom Quotes:
Kiranya kita hidup sesuai dengan nilai-nilai Alkitab dan senantiasa memberi kesaksian tentang Kristus, sang Raja Sejati di tengah kemajemukan masyarakat melalui kehidupan kita.