TIGA WARISAN KEMENANGAN KRISTUS
Bacaan Setahun:
Kel. 11:1 – 12:51, Mat. 27:11–44, Mzm. 21:1–7
“Jangan takut, hai puteri Sion, lihatlah, Rajamu datang, duduk di atas seekor anak keledai” (Yohanes 12:15)
Yesus sebagai Raja kembali diteguhkan dalam perjalanan-Nya menuju Yerusalem. Seruan, “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel” (ay. 13), merupakan penggenapan nubuat pemazmur (Mazmur 118:26). Tidak diragukan lagi, Yesus adalah Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan. Alkitab menyatakan, “Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya…” (2 Korintus 2:14). Berjalan bersama Kristus berarti berjalan di dalam kemenangan-Nya. Dari sini kita melihat tiga warisan kemenangan Kristus.
Pertama, kemenangan atas dosa. Manusia telah berusaha melawan dosa dengan berbagai cara: menyiksa diri, bertapa, menggunduli kepala, menyayat tubuh, dan banyak praktik lainnya. Namun dosa tetap tidak terkalahkan. Ada pula yang mencoba menutupi dosa dengan memperbanyak perbuatan baik dan amal, tetapi ketika ditimbang, dosa tetap jauh lebih berat. Yesus datang menyerahkan hidup-Nya untuk mematahkan kuasa dosa. Barangsiapa percaya kepada-Nya dilepaskan dari murka Allah, dan oleh kuasa Roh Kudus hidupnya terus diperbarui.
Kedua, kemenangan atas maut. Dosa selalu berujung pada maut. Maut yang dimaksud bukan sekadar kematian fisik, melainkan kebinasaan kekal dan pemisahan selama-lamanya dari hadirat Allah. Alkitab berkata, “Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selamalamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya” (2 Tesalonika 1:9). Inilah maut sejati: terpisah dari hadirat Tuhan untuk selamanya. Namun Yesus datang untuk meluputkan kita dari hukuman ini.
Ketiga, kemenangan atas malapetaka. Ada sebuah kisah nyata. Suatu ketika seseorang mencoba membunuh Samuel L. Brengle (seorang pendeta dan teolog Kekristenan yang dikenal luas sebagai tokoh penting dalam The Salvation Army pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke20), dengan melemparkan batu bata yang tepat mengenai kepalanya. Tuhan masih memeliharanya sehingga ia selamat dari maut. Dalam masa pemulihan itulah ia menulis artikelartikel yang kemudian dihimpun menjadi sebuah buku berjudul Helps to Holiness, yang menjadi berkat bagi banyak orang. Istrinya berkata, “Jika tidak ada batu bata, tidak akan ada buku ini.” Allah sanggup mengubah malapetaka menjadi kemuliaan bagi nama-Nya. Bila Anda sedang menghadapi bencana, berdoalah agar Allah memakainya untuk memuliakan nama-Nya.
Apakah Anda sedang berjalan di dalam kemenangan Kristus? Jika belum, undanglah Tuhan untuk berjalan bersama Anda di jalan kemenangan-Nya. Tapak kaki Yesus adalah tapak kaki menuju kemenangan. Apakah Anda sedang mengikuti jejak-Nya?(DH)
Questions:
1. Apakah anda sungguh berjalan bersama Kristus, atau hanya berharap hasil kemenangan tanpa mau mengikuti jalan salib-Nya?
2. Dosa apa yang masih anda coba kalahkan dengan kekuatan sendiri, bukan dengan menyerah pada karya Kristus?
Values:
Kemenangan Kristus bukan janji hidup tanpa luka, tetapi kuasa Allah yang bekerja di tengah luka itu.
Kingdom Quotes:
Berjalan bersama Kristus berarti menerima bahwa jalan kemenangan selalu melewati salib terlebih dahulu.