BERTAHAN DALAM LEMBAH PENDERITAAN
Bacaan Setahun:
Im. 4:1 – 5:13, Mrk. 10:13–31, Mzm. 27:7–14
“Jangan sampai ada di antara kamu yang menderita karena menjadi pembunuh, pencuri, penjahat, atau pengacau. Namun, jika ia menderita sebagai orang Kristen, janganlah ia merasa malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama itu.” (1 Petrus 4:15-16)
Bagi sebagian orang yang berada di lembah penderitaan, keadaan tersebut merupakan sesuatu yang berat untuk dijalani, terlebih ketika harus bertahan di tengah tekanan yang seolah-olah menuntut untuk menyerah. Memang tidak mudah untuk melakukannya, tetapi ketika kita memahami bahwa tujuan dari penderitaan adalah kemuliaan, kita akan dimampukan untuk bertahan. Pada saat itulah pertolongan dari Tuhan sendiri akan menyertai iman percaya kita, sebab Tuhan hadir di dalam hidup kita dan menyertai kita dalam menjalaninya.
Pada dasarnya, manusia memiliki kecenderungan yang kuat untuk berbuat dosa. Hal inilah yang perlu kita waspadai dalam menjalani kehidupan. Jangan sampai penderitaan yang kita alami justru berakar dari perbuatan dosa, karena hal tersebut akan membuat kita semakin terpuruk apabila tidak segera disertai dengan pertobatan. Sering kali muncul pola pikir bahwa menjadi orang Kristen berarti hidup nyaman, menyenangkan, dan penuh berkat. Pola pikir inilah yang kerap memicu kekecewaan atau tawar hati, bahkan membuat seseorang menyalahkan iman yang diyakininya ketika menghadapi penderitaan.
Yesus sendiri menjalani perjalanan penderitaan menuju salib. Melalui hal tersebut, Tuhan memberikan teladan tentang bagaimana penderitaan harus dijalani hingga akhirnya membawa kepada kemuliaan. Kekristenan tidak terlepas dari penderitaan, tetapi penderitaan yang diizinkan Tuhan bukanlah penderitaan yang membawa kepada maut, melainkan kepada kemuliaan-Nya. Penderitaan akan selalu ada, karena dunia telah jatuh ke dalam dosa dan berada di bawah kuasa dosa. Namun, bagi anak-anak Tuhan, penderitaan yang dialami tidak akan melebihi kekuatan yang Tuhan berikan.
Sebagaimana tertulis dalam 1 Korintus 10:13, pencobaan yang dialami manusia tidak melebihi kekuatan manusia, sebab Allah setia dan tidak membiarkan kita dicobai melampaui kemampuan kita. Ia menyediakan jalan keluar sehingga kita mampu menanggungnya. Tuhan sendiri menyertai kita agar kita sanggup bertahan di tengah penderitaan, karena kita telah dijadikan umat yang lebih dari pemenang (Roma 8:37). Ungkapan “lebih dari pemenang” tidak berarti kita tidak mengalami pergumulan, melainkan bahwa kita diberi kemampuan oleh kasih Allah untuk tetap bertahan di tengah tekanan, sebab Ia senantiasa menyertai langkah-langkah kehidupan kita sampai selama-lamanya. (TL)
Questions:
1. Bagaimana cara kita dapat bertahan di dalam lembah penderitaan?
2. Jelaskan maksud kata bahwa kita lebih dari pemenang? Diskusikan!
Values:
Orang yang dapat bertahan dalam penderitaan adalah orang yang mengerti tujuan dari penderitaan itu yaitu kemuliaan.
Kingdom Quotes:
Lembah penderitaan karena salib bukanlah lembah kematian, melainkan lembah pengharapan yang menuntun kita semakin mengenal Kristus.