The Valley of Refining | Pdm. Iie Sungkono

Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. (1 Petrus 1:7)

‘3S dan 1D’ adalah 4 tokoh Alkitab yang digunakan sebagai contoh bagaimana iman seseorang diuji dan dimurnikan. 3S adalah Simson, Saul dan Salomo sebagai contoh yang tidak baik dan 1D yaitu Daud sebagai contoh yang bisa diteladani.

Simson – from Power to Prison (Dari Kekuatan berujung di Penjara), Hakim-Hakim 13-16

Simson dilahirkan sebagai nazir Alah, yaitu orang yang dikhususkan dan dipisahkan bagi Allah. Simsom seharusnya menjaga kekudusan hidupnya, tidak boleh minum anggur, memotong rambut, memakan makanan yang haram, namun dia gagal dan membiarkan dirinya bergaul dengan perempuan-perempuan yang tidak mengenal Allah Israel.

“Lalu Perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan memberi nama Simson kepadanya, Anak itu menjadi besar dan TUHAN memberkati dia. Mulailah hatinya digerakkan oleh Roh TUHAN”
(Hakim-Hakim 13:24-25)

“Simson ditundukkan oleh perempuan itu… Tetapi tidak diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia.” (Hakim-Hakim 16:19,21)

Di akhir hidupnya Simson ditinggalkan oleh Roh Tuhan dan mati secara mengenaskan. Matanya buta, menjadi budak serta pelawak bagi musuhnya. Semua itu terjadi karena ia tidak mampu melewati ujian kekudusan sebagai seorang nazir dan tidak tunduk kepada peraturan yang ditetapkan bagi seorang nazir Allah.

SAUL – from Anointed to Abandoned (dari Seorang yang  Diurapi Menjadi yang Ditinggalkan)

Ketika bangsa Israel berseru meminta seorang raja, maka Tuhan mengabulkan permohonan mereka dan memilih Saul untuk menjadi raja mereka. Dari sudut pandang manusia, Saul memiliki modal yang baik untuk menjadi raja. Berasal dari keluarga yang berada dan secara fisik lebih baik dari orang-orang sebangsanya. Namun di tengah statusnya sebagai raja Israel, Saul tidak taat kepada firman Tuhan yang diucapkan oleh nabi Samuel, sehingga status sebagai raja akhirnya diambil kembali dan diberikan kepada Daud.

“Tetapi kata Samuel kepada Saul: ‘Engkau telah bertindak bodoh! Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab TUHAN sudah menetapkan kerajaanmu atas Israel untuk selama-lamanya. Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap.’” (1 Samuel 13:13)

SALOMO – from Glory to Folly (Dari Kemuliaan menuju Kebodohan)

Salomo mengawali tugasnya sebagai raja dengan sangat baik. Ia datang kepada Tuhan dan meminta hikmat untuk dapat memimpin bangsa Israel. Namun dalam perjalanan hidupnya ia gagal saat diuji melalui godaan perempuan-perempuan yang tidak mengenal Allah. Salomo akhirnya condong kepada allah-allah lain dan meninggalkan iman kepada Allah Israel. Dia yang awalnya penuh hikmat akhirnya mati sebagai orang yang bodoh.

“Maka menjadi murka-lah TUHAN kepada Salomo, sebab hatinya menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya.” (1 Raja-Raja 11:9)

 SLOW FADE (Pudar secara perlahan)

“Beginilah firman Tuhan: Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada Tuhan.” “Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan!”(Yeremia 17:5-7)

  1. Simson – Strength without Surrender (Kekuatan tanpa Ketundukan).
  2. Saul – Status without Obedience (Status tanpa Ketaatan).
  3. Salomo – Wisdom without Faithfulnes (Hikmat tanpa Kesetiaan).

DAVID – A Man after God’s Own Heart (Seorang yang Berkenan di Hati Tuhan)

Daud mengawali karirnya dengan sangat sederhana yaitu sebagai gembala dua tiga ekor domba. Namun ia melakukannya dengan sangat sungguh-sungguh. Menghadapi singa dan beruang demi menjaga nyawa domba-dombanya. Dalam semua yang dilakukannya Daud selalu mengandalkan Tuhan dan selalu menaati perintah-perintah-Nya.

“…tetapi engkau tidak seperti hamba-Ku Daud yang TETAP MENTAATI SEGALA PERINTAH-KU dan MENGIKUTI AKU DENGAN SEGENAP HATINYA dan HANYA MELAKUKAN APA YANG BENAR DI MATA-KU.” (1Raja 14:8)

EMERGENCE – (dimunculkan sampai terlihat)

David was hidden before he was chosen (disembunyikan sebelum dipilih).

“Dipilih-Nya Daud hamba-Nya, diambilnya dia dari antara kandang-kandang kambing domba; dari tempat domba-domba yang menyusui didatangkan-Nya dia, untuk menggembalakan Yakub, umat-Nya dan Israel, miliknya sendiri.” (Mazmur 78:70-71)

Proses yang dilewati Daud sebelum dia dipilih:

  • Berhadapan dengan Goliat dan menang.
  • Berada di padang rumput – Gibea (tempat tinggi).
  • Menjadi pahlawan nasional.
  • Menjadi bagian dari keluarga kerajaan melalui pernikahan dengan Mikhal, putri Saul.

PURGING & PURITY (Pembersihan dan Penyucian)

David was tested before he was trusted (diuji sebelum dipercaya).

Proses pembersihan dan penyucian yang dilewati Daud sebelum dia dipercaya:

  • Penghancuran Status: dari PAHLAWAN menjadi MUSUH negara.
  • Penghancuran Kebanggaan: melarikan diri ke kota Gat/Filistin, dan berpura-pura gila supaya selamat.
  • Penghancuran Harga Diri: meminta perlindungan di wilayah musuh (Filistin).
  • SURRENDER: berserah total pada kehendak TUHAN.
  • MENGUATKAN PERCAYA PADA TUHAN (Ziklag).

REFINING (Pemurnian)

DAVID was refined before he was glorified (dimurnikan sebelum dimuliakan).

Proses pemurnian yang dilewati Daud sebelum dia dimuliakan:

  • Kegagalan Daud dalam kepemimpinan keluarga.
  • Kesombongannya dihancurkan. Dia melakukan sensus yang dilarang oleh Tuhan, sehingga akhirnya bangsa Israel kena tulah. 1 Tawarikh 21:1-17
  • Kotoran ’nafsu’ dan ‘penyalahgunaan kekuasaan’ naik ke permukaan hatinya (Batsyeba dan Pembunuhan Uria).

PROVEN PURE (Terbukti Murni)

Tentang Daud Allah telah menyatakan:

‘Aku telah MENDAPAT Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang akan melakukan segala kehendak-Ku.” (Kisah Para Rasul 13:22)

PROVEN PURE bagi WARGA KERAJAAN ALLAH

Emas dianggap murni saat pemurni bisa melihat wajahnya terpantul di permukaan logam cair tersebut. Demikian pula kemurnian iman kita ditunjukkan dengan KESERUPAAN DENGAN  KRISTUS.

“Dan kita semua mencerminkan Tuhan dengan muka yang tidak terselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.” (2 Korintus 3:18) Amin. VW.