Tema bulan ini berbicara tentang pemurnian (refining), seperti minyak mentah yang dimurnikan menjadi pertamax, diesel, dan lain-lain. Oleh karena rahmat-Nya yang besar, maka kebaikan dan penyediaan Allah yang begitu besar tetap tersedia bagi kita di tengah segala ujian dan proses pemurnian. Ini adalah sebuah pondasi pemahaman untuk kita tetap bergantung kepada Dia. Seperti halnya sebuah bangunan, maka pondasi adalah bagian terpenting yang membuat bangunan menjadi kuat dan tahan terhadap gempa ataupun badai. Kita perlu punya pondasi yang kokoh sehingga bisa bertahan melalui segala bentuk ujian dan proses pemurnian di dalam hidup kita.
Life is an Utramarathon (Hidup Itu Lebih Jauh daripada sekedar Marathon)
Hidup itu singkat, tetapi perjalanan hari lepas hari cukup panjang. Marathon hanya 40 km, tapi ultramarathon 50, 100, 300 km dan seterusnya. Medan yang dilalui tidaklah mulus seperti jalan tol, tetapi naik turun. Di bawah tekanan apapun seharusnya kita tidak pernah menjadi hancur, karena Allah kita tidak pernah meninggalkan kita.
‘DON’T CRACK UNDER PRESSURE’ (Jangan menjadi retak di bawah tekanan) – TH.
‘TOUGH TIME NEVER LAST, BUT TOUGH PEOPLE DO’ (Masa yang sukar tidak akan berlangsung selamanya , tapi orang-orang yang kuat akan tetap bertahan) – Robert Schuller.
Ujian kepada kemenangan (from Trial to Triumph) – 4R
- Reward in The Future (Penghargaan di Masa Depan)
Kita senang mendengar tentang reward, yaitu suatu hadiah/penghargaan yang menantikan kita di masa depan. Orang-orang sangat bersemangat mengikuti sebuah kompetisi atau olahraga karena ada reward yang menantikan mereka.
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, (1 Petrus 1:3)
- Menerima bagian yang tidak ternilai
Untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. (1 Petrus 1:4)
- Memperoleh Pujian Kemuliaan & Kehormatan Saat Yesus Datang Kembali
Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu–yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api–sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. (1 Petrus 1:7)
Ada reward yang sangat jelas, yaitu suatu penghargaan yang Allah berikan saat kita berjumpa dengan Dia. Ujian-ujian bisa saja datang secara tiba-tiba dalam hidup kita, namun jika kita mengingat ada pengharapan akan upah dari Tuhan yang akan kita dapatkan, maka kita akan kuat menghadapinya.
- Refinement Proves the Purity of Our Faith (Ujian Membuktikan Kemurnian Iman Kita)
Di sekolah, kadang-kadang guru mengadakan ujian tengah minggu tanpa persiapan sebelumnya. Di dalam hidup inipun kita harus selalu bersiap karena sewaktu-waktu ujian bisa datang. Ujian bertujuan untuk menguji iman kita, dan untuk membuktikan kemurniannya.
Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu–yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api–sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. (1 Petrus 1:7)
- TRIALS/UJIAN:
- Multiple – Sifatnya berbagai-bagai macam, dalam hal spiritual, keluarga, keuangan, pekerjaan, kesehatan, edukasi, sosial. Dunia ini begitu labil, jadi kita harus fokus kepada satu-satunya yang stabil, yaitu Yesus Kristus Tuhan.
- Painful (Duka Cita) – Kadang terjadi dukacita dalam hidup kita, misalnya karena ditinggalkan orang yang dekat. Tuhan Yesus pun pernah menangis saat Lazarus meninggal.
- Little While (Seketika/Sementara) – Tetaplah bersukacita karena ujian ini hanya sementara/singkat. Menurut Musa usia manusia 70 tahun, sekuat-kuatnya 80 tahun, karena itu nikmatilah prosesnya.
- Necessary (Harus/Perlu) – Ujian diperlukan untuk: Mengkoreksi kita , merendahkan hati kita, menguatkan kita dan membuat kita bergantung kepada Allah.
THE TRIALS OF YOUR FAITH IS SENT TO PROVE ITS SINCERITY. IF IT WILL NOT STAND TRIAL, WHAT IS THE GOOD OF IT? (Ujian-ujian atas iman kita dikirim untuk membuktikan kemurnian iman kita. Jika kita tidak tahan menghadapi ujian, untuk apa iman itu?) – Charles Spurgeon.
- Rejoicing in The Living Hope (Sukacita karena Ada Pengharapan yang Hidup)
Kenapa kita harus bersukacita di tengah depresi, stres dan kesepian? Ini adalah suatu paradoks. Tuhan mengizinkan kita mengalami ujian, namun kita harus bersukacita. Jawabannya adalah karena kita punya pengharapan, satu hari nanti kita akan bersama-sama dengan Dia. Dia pernah mati, tetapi Dia bangkit. Hanya Dia yang pernah bangkit. Kita dipelihara dalam kekuatan Allah, karena kekuatan kita terbatas. Jadi tidak ada hal yang perlu kita takuti dalam hidup kita, pekerjaan, bisnis, keuangan atau apapun, karena kita tahu bahwa kita dipelihara dan diberi makan oleh Allah.
Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan (1 Petrus 1:6).
Kehidupan Rasul Paulus disesah, dicambuk bahkan ujian-ujiannya begitu dahsyat, namun ia setia menjalaninya dan senantiasa bersukacita, karena bagi rasul Paulus, hidup adalah Kristus dan mati adalah sebuah keuntungan. Kitapun jangan patah semangat dan tetaplah bersukacita karena ada pengharapan yang sungguh indah bagi kita.
- Responding to His Mercy (Menanggapi Rahmat-Nya)
Saat kita tahu bahwa kita punya masa depan yang gilang gemilang bersama Yesus Kristus, tentunya kita harus berespon benar dalam setiap proses hidup kita. Berespon dengan tetap memuji Tuhan. Pujilah Dia saat bangun tidur, pujilah Dia siang dan malam sambil merenungkan Firman Tuhan. Jangan fokus kepada berkat, karena berkat itu sifatnya labil, Fokuslah kepada Dia yang memberikan berkat.
Saat hidup kita berakhir, kita tidak dinilai dari prestasi maupun pencapaian kita, atau segala yang dititipkan kepada kita, properti, harta dan sebagainya. Yang kita bawa hanyalah iman kita kepada Yesus Kristus yang nilainya jauh lebih tinggi daripada hal-hal yang fana. Hubungan pribadi kita dengan Tuhan yang kita bangun hari lepas hari, itulah yang akan dinilai. Karena itu mari kita senantiasa memuji dan menyenangkan hati Allah kita.
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan. (1 Petrus 1:3)
STOP TELLING GOD HOW BIG YOUR PROBLEMS ARE, BEGIN TELLING YOUR PROBLEMS HOW BIG YOUR GOD IS! (Berhentilah memberitahu Tuhan betapa besarnya masalahmu, mulailah memberitahu masalahmu betapa besarnya Tuhanmu!) Amin. (VW).