MELAYANI YANG HEALING DAN HILANG
Bacaan Setahun:
Ulangan 30:11 – 31:29
Lukas 19:11–44
Mazmur 48:1–8
“Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?” (Matius 18:12)
Saya pernah mendengar teman nyeletuk, “Aku mau healing sejenak ah, off dulu dari aktivitas melayani”. Tidak ada yang salah dengan kalimatnya, bisa saja hal demikian terjadi, mungkin karena burnout, lelah, dan merasa ada yang kosong dari dalam dirinya, sehingga ia perlu menarik diri sejenak untuk di’charge’ ulang, maupun untuk introspeksi diri.
Fakta di lapangan membuktikan, kebanyakan orang setelah memutuskan untuk healing sejenak, malah hilang, tidak muncul di permukaan. Apa sebabnya? Karena mereka tidak terfollow up dengan baik, tidak terlayani, dan mereka merasa diabaikan. Sudah menjadi tanggung jawab kita, baik sebagai gembala, maupun rekan sejawat, mencari dan menemukan mereka kembali, serta melayani mereka dengan penuh kasih.
Yesus memberikan perumpamaan bagaimana ketika seorang gembala yang memiliki seratus ekor domba, namun satu ekor dombanya hilang, tersesat, dicari oleh gembalanya, dengan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor lainnya. Ini bukan soal mengabaikan tanggung jawab yang lebih besar hanya untuk satu ekor yang nakal, namun soal betapa berharganya satu ekor yang hilang itu. Satu ekor yang hilang itu mungkin ada di komunitas kita, ada di dalam keluarga kita, ada di dalam circle kita, dan satu ekor yang hilang itu senilai korban Kristus di atas kayu salib. Mari minta belas kasih Tuhan memenuhi hati kita, agar kita memiliki doa dan harapan, bahkan tindakan nyata mencari satu yang hilang tersebut. Membawa mereka kembali masuk ke dalam rencana Tuhan yang besar.
Layani yang healing dan hilang dengan penuh kasih, sebagaimana Kristus mengasihi kita tanpa syarat. Memang tidak mudah, usaha yang kita lakukan lebih keras, dan sering kali kita nyaris putus asa karena mengalami penolakan, atau sikap yang bertepuk sebelah tangan dari mereka. Namun, percayalah, setiap doa dan usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, pasti akan menuai hasilnya. Tuhan menghargai setiap usaha kita, dan ia juga melihat setiap doa air mata kita untuk satu jiwa yang hilang tersebut. Jika kita setia dan dapat dipercaya, maka IA akan membawa yang hilang itu ditemukan kembali.
Sikap yang diperlukan sebagai gembala maupun rekan sejawat bila di komunitas atau circle kita ada domba yang healing dan hilang: kegigihan, pantang menyerah, kasih yang menerima tanpa syarat, kesabaran yang panjang, dan kelemahlembutan dalam mengayomi dan membimbing mereka. Semua kemampuan ini hanya bisa kita dapatkan di dalam hadirat-Nya, firman-Nya, dan perkenanan-Nya. Bila Anda ingin melihat hasil-Nya, selamat mempraktikkan. (LA)
Questions:
1. Apa yang menyebabkan orang-orang yang off dari aktivitas melayani dengan alasan ‘healing’ sejenak, namun lama kelamaan hilang?
2. Sikap apa yang diperlukan sebagai seorang gembala atau rekan sejawat bila diperhadapkan melayani domba yang healing dan hilang?
Values:
Selamatkan satu jiwa yang terhilang berapa pun harganya. Lakukan bagian kita, dan biarkan Tuhan mengerjakan sisanya, sebab jiwa itu milik-Nya.
Kingdom Quotes:
Jika sembilan puluh sembilan ekor domba ditinggal untuk satu ekor domba yang hilang, bayangkan betapa bernilainya jiwa Anda bagi Kristus, sehingga IA mau mati menebus Anda.