MENCARI DAN MENYELAMATKAN YANG HILANG

MENCARI DAN MENYELAMATKAN YANG HILANG 

Bacaan Setahun:
Ulangan 33:1 – 34:12
Lukas 20:27 – 21:4
Mazmur 49:1–20

“Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” (Lukas 19:10)

Yang membedakan Kekristenan dengan kepercayaan yang lain adalah tentang Allah yang mencari manusia, bukan manusia yang mencari Allah. Sebab ketika manusia jatuh dalam dosa maka manusia kehilangan kemuliaan Allah, manusia tidak lagi dapat bersekutu dengan Allah dan tidak lagi dapat mengenal Allah dengan benar. Manusia diciptakan menurut rupa dan gambar Allah, maka secara naluriah manusia memiliki kerinduan untuk bersekutu dengan Allah.

Dalam keterbatasan manusia dan segala usaha manusia untuk membangun jembatan kepada Allah melalui perbuatan baik dan kehidupan agamawi adalah usaha yang sia-sia. Jembatan yang dibangun dari sisi manusia berdiri adalah jembatan-jembatan kecil yang rapuh, yang mudah runtuh ke dalam jurang itu dan itulah agama. Manusia tidak dapat menemukan Allah dengan caranya sendiri namun Allah dengan kasih-Nya kepada manusia yang berinisiatif untuk memulihkan hubungan tersebut.

Puncak inisiatif Allah adalah melalui Putra-Nya, Yesus Kristus. Dia adalah Pribadi Allah yang kekal yang datang ke dunia menjadi manusia, menjalani kehidupan manusia, dan kemudian mati di salib memberikan nyawa-Nya untuk menebus dosa-dosa umat manusia. Ia adalah pribadi yang dengan sempurna menyatakan kehendak dan hakekat Allah sehingga manusia diperdamaikan dengan Allah dan beroleh jalan masuk ke dalam anugerah Allah.

Itulah sebabnya Yesus berkata bahwa Ia datang untuk “mencari dan menyelamatkan yang hilang” Ayat ini muncul dalam kisah perjumpaan Yesus Kristus dengan Zakeus. Dalam pandangan masyarakat, Zakeus adalah orang berdosa dan pengkhianat karena bekerja sebagai pemungut cukai bagi kekaisaran. Ia dianggap “hilang” secara moral dan sosial. Namun Yesus justru datang ke rumahnya dan memulihkan hidupnya. Pernyataan Yesus ini bukan sekadar tentang keselamatan pribadi, tetapi tentang misi Kerajaan Allah yang sedang datang ke dunia. Allah tidak menunggu manusia menemukan-Nya; justru Ia datang mencari manusia yang tersesat dan memulihkan hidup manusia sehingga kembali hidup di bawah pemerintahan Allah dan memiliki persekutuan dengan Allah.

Dengan demikian, keselamatan dalam Kerajaan Allah bukan hanya soal “masuk surga”, tetapi pemulihan hidup yang nyata di dunia sekarang—hidup yang diubahkan oleh kehadiran Allah. Sebagai warga Kerajaan yang telah menerima pemulihan dari Allah, kita dipanggil untuk hidup bukan dengan tujuan pribadi, melainkan dengan tujuan yang lebih besar yaitu untuk mengerjakan kehendak dan tujuan-tujuan Allah di muka bumi. Kita dipanggil untuk melanjutkan misi pencarian Allah terhadap mereka yang terhilang dan membawa pemulihan bagi yang tersisih, berdosa, dan terluka karena tanda hadirnya Kerajaan Allah adalah hidup yang dipulihkan. (RSN)

Questions:
1. Apakah tujuan Yesus datang ke dunia?
2. Apakah tanda hadirnya Kerajaan Allah di dalam kehidupan kita?

Values:
Yesus datang untuk mencari manusia yang tersesat, memulihkan hubungan manusia dengan Allah, dan menghadirkan pemerintahan Allah dalam hidup manusia.

Kingdom Quotes:
Kerajaan Allah hadir ketika orang yang hilang ditemukan, orang berdosa dipulihkan, dan kehidupan yang rusak dipulihkan oleh kasih Allah.