BERANI MENGAKU SALAH

BERANI MENGAKU SALAH 

Bacaan Setahun:
Yosua 1:1 – 2:24
Lukas 21:5–38
Amsal 10:11–20

“Sahutnya kepada mereka: “Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu.” (Yunus 1:12)

Dalam Alkitab Perjanjian Lama, arti nama Yunus adalah “merpati”. Merpati dikenal sebagai burung yang setia kepada pasangannya. Perhatiannya terarah hanya kepada satu pasangan. Karena itu, pernah ada lagu pop Indonesia berjudul “Merpati Tak Pernah Ingkar Janji”. Janji dikaitkan dengan kesetiaan merpati yang tidak mendua hati.

Namun Yunus—yang namanya berarti merpati—justru tidak menunjukkan kesetiaan. Ia bukan hanya ingkar, tetapi juga enggan taat dan dengan sengaja menolak perintah Tuhan. Tuhan memerintahkannya pergi ke Niniwe, tetapi ia malah melarikan diri ke Tarsis, menjauh dari hadapan Tuhan. Yunus menunjukkan ketidaktaatannya dengan membayar ongkos perjalanan, naik kapal, dan pergi ke arah yang berlawanan (Yunus 1:3).

Tuhan kemudian menurunkan badai besar ke laut sehingga kapal terancam karam. Awak kapal membuang undi untuk mengetahui siapa penyebab malapetaka itu, dan undi jatuh kepada Yunus. Dengan jujur ia berkata, “Aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu” (ayat 12). Ia meminta agar dirinya dibuang ke laut. Setelah hal itu dilakukan, laut pun menjadi teduh. Orang-orang di kapal itu menjadi sangat takut akan Tuhan, lalu mempersembahkan korban sembelihan dan mengikrarkan nazar kepada-Nya (ayat 16).

Saudara, ketika kita berani mengakui kesalahan, dampaknya dapat membawa penyelesaian. Saat bersalah, apakah kita berani mengakuinya? Ataukah kita bersembunyi di balik berbagai alasan dan “tidur nyenyak” (ayat 5)? Jangan-jangan kita bukan hanya tidak mau mengakui kesalahan, tetapi juga melemparkannya kepada orang lain. Yunus, sang “merpati”, sempat ingkar, tetapi akhirnya belajar taat kepada Tuhan. Bagaimana dengan kita?

Daud pernah punya kesalahan yang besar pada waktu mengambil Batsyeba sebagai istrinya dan membunuh Uria suami Batsyeba, tetapi Daud mau mengakui dosa-dosanya dan memohon pengampunan kepada Tuhan. Sebagaimana tertulis dalam 1 Yohanes 1:9, “Jika kita mengaku dosa kita, Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”

Karena itu, akuilah kesalahan dan dosa kepada Tuhan. Ia setia dan adil. Jangan lari dari tanggung jawab, sebab Tuhan sanggup mengampuni dan memulihkan. Datanglah dengan kerendahan hati, dan percayalah bahwa anugerah-Nya selalu lebih besar daripada dosa kita. Ia rindu memulihkan dan meneguhkan langkah hidup kita. Amin. (AU)

Questions:
1. Ketika bersalah, apakah Anda segera mengakuinya atau mencari alasan untuk membenarkan diri?
2.Apakah Anda berani bertanggung jawab atas kesalahan Anda di hadapan Tuhan dan sesama?

Values:
Keberanian mengaku dosa adalah awal pemulihan dan jalan menuju kedewasaan rohani.

Kingdom Quotes:
Pengakuan dosa tidak merendahkan kita, justru membuka jalan bagi pemulihan dari Tuhan.