BERBUAH

BERBUAH 

Bacaan Setahun:
Yosua 9:16 – 10:43
Lukas 23:26–56
Amsal 10:21–30

“Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: ”Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!” Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.” (Matius 21:19‬)

Suatu pagi Yesus merasa lapar ketika berjalan menuju kota. Ia melihat sebuah pohon ara yang penuh daun. Dari jauh pohon itu tampak hidup, segar, dan menjanjikan. Namun ketika Yesus mendekatinya, Ia tidak menemukan satu pun buah, hanya daun saja. Maka Yesus berkata, “Jangan lagi engkau berbuah selama-lamanya.” Seketika itu juga pohon ara itu menjadi kering.

Peristiwa ini bukan sekadar cerita tentang sebuah pohon. Orang-orang yang mendengar perkataan Yesus pada saat itu sangat mengerti bahwa pohon ara yang dimaksud adalah mereka. Nabi Yeremia pernah mengatakan, “Aku mau memungut hasil mereka, demikianlah firman Tuhan, tetapi tidak ada buah anggur pada pohon anggur, tidak ada buah ara pada pohon ara, dan daun-daunan sudah layu; sebab itu Aku akan menetapkan bagi mereka orang-orang yang akan melindas mereka.” (Yeremia 8:13).

Pohon ara itu memberi gambaran tentang kehidupan yang tampak rohani dari luar tetapi kosong di dalam. Dari jauh terlihat menjanjikan, tetapi ketika Tuhan mencari buah, tidak ada yang ditemukan. Kata “buah” dalam ayat ini menggunakan kata Yunani karpos yang berarti hasil, keuntungan, manfaat, produk, atau keturunan.

Renungan ini mengajak kita bertanya kepada diri sendiri: apakah hidup kita hanya penuh daun, atau juga menghasilkan buah? Apakah kehidupan kita hanya terlihat rohani di luar, atau benar-benar menghasilkan bagi Kerajaan Allah? Tuhan tidak mencari kesempurnaan, tetapi Ia mencari buah dari hati yang percaya dan hidup dekat dengan-Nya, yang pada akhirnya tercermin melalui karakter rohani (Galatia 5:22–23) serta jiwa-jiwa yang kita bawa kepada Tuhan.

Sering kali manusia lebih sibuk menjaga penampilan rohani di hadapan orang lain daripada membangun kehidupan rohani yang sungguh-sungguh di hadapan Tuhan. Padahal Tuhan melihat hati dan kehidupan yang nyata setiap hari, bukan sekadar apa yang tampak di permukaan. Karena itu, penting bagi kita untuk terus memeriksa diri, membangun hubungan yang intim dengan Tuhan, dan membiarkan Roh Kudus menumbuhkan buah dalam kehidupan kita dari waktu ke waktu. Hari ini mari kita datang kepada Tuhan dengan hati yang terbuka. Biarlah hidup kita bukan hanya tampak hijau dari luar, tetapi sungguh menghasilkan buah yang memuliakan Dia. (SS)

Questions:
1. Mengapa Tuhan Yesus mengutuk pohon ara tersebut sehingga seketika menjadi kering?
2. Apakah anda sudah menghasilkan buah? Buah apa itu?

Values:
Berubah dan berbuah adalah sebuah keniscayaan bagi setiap warga Kerajaan Allah.

Kingdom Quotes:
God our King desires growth, transformation, and visible change. (Allah, Raja kita, menghendaki pertumbuhan, perubahan, dan pembaruan yang nyata.)