PENGGEMBALAAN DALAM KEBENARAN
Bacaan Setahun:
Hakim Hakim 1:1 – 2:5
Yohanes 4:1–26
Amsal 11:9–18
”Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan mengembalakan mereka sebagaimana seharusnya.” (Yehezkiel 34:16 – TB)
Apa yang membedakan pemimpin yang baik dan pemimpin yang jahat? Keduanya sama-sama memiliki otoritas dan kuasa untuk memimpin. Pemimpin yang baik menggunakan otoritas dan kuasa yang dimilikinya untuk kebaikan dan kesejahteraan bawahannya. Sebaliknya, pemimpin yang jahat justru memanfaatkan kedudukan dan kuasanya untuk memanipulasi bawahannya demi kepentingan diri sendiri.
Menurut Wikipedia, gembala adalah orang yang merawat, memberi makan, atau menjaga kawanan domba. Gembala merupakan pemandu yang penuh perhatian dan kasih terhadap domba-dombanya. Dalam Alkitab, Allah menyatakan bahwa kita adalah domba-domba di padang rumput-Nya.
Perikop ini berisi pernyataan Tuhan yang mengecam para gembala Israel yang jahat. Sebutan “gembala” dalam konteks ini ditujukan kepada para pemimpin Israel. Tuhan mengecam mereka karena melalaikan tugas menggembalakan umat-Nya (ayat 4). Ibarat gembala yang justru memeras susu, mencukur bulu, dan menyembelih domba-dombanya untuk dinikmati sendiri, demikianlah para pemimpin Israel memperlakukan umat mereka (ayat 2-3). Akibatnya, umat Tuhan menjadi mangsa bangsa asing bahkan menjadi orang buangan (ayat 5-6). Karena itu, Tuhan bangkit melawan mereka demi membela umat-Nya yang tercerai-berai dan tertindas oleh ulah para pemimpin yang tidak bertanggung jawab (ayat 10). Dialah Gembala yang baik, yang akan mencari yang hilang, membawa pulang yang tersesat, mengobati yang luka, dan memberi makan yang kelaparan, karena Dialah pemilik umat-Nya (ayat 11-16).
Ironis dan memilukan ketika kita melihat pemimpin yang menyalahgunakan kuasa demi kepentingan diri sendiri, ibarat “pagar makan tanaman”. Sayangnya, pemimpin seperti itu masih banyak ditemukan di sekitar kita, baik di bidang pemerintahan, sosial, maupun keagamaan. Banyak gembala di gereja tidak menyadari bahwa mereka hanyalah gembala, bukan pemilik. Allahlah yang memiliki domba-domba itu. Janganlah menjadi gembala yang tidak bertanggung jawab. Alih-alih mencintai domba-domba, mereka tidak peduli terhadap tugas penggembalaan dan hanya menikmati tanpa pernah memberi. Sikap egoistis seperti ini menimbulkan murka Allah.
Kita bersyukur karena Tuhan Yesus, Pemimpin kita, adalah Gembala yang baik. la telah mati demi keselamatan domba-domba-Nya. la terus menggembalakan umat-Nya melalui kehadiran Roh Kudus dalam hati setiap orang percaya. la juga mau memakai gereja dan para pemimpin rohani untuk menggembalakan umat-Nya. Bahkan, la mau memakai Anda untuk menjadi gembala bagi sesama. Apakah Anda bersedia? (AU)
Questions:
1. Apakah Anda menggunakan otoritas yang Anda miliki untuk melayani atau untuk kepentingan diri sendiri?
2. Sudahkah Anda menunjukkan kepedulian nyata kepada orang-orang yang Tuhan percayakan dalam hidup Anda?
Values:
Gunakan setiap kepercayaan dan tanggung jawab yang Tuhan berikan untuk melayani dengan kasih, bukan untuk mencari keuntungan pribadi.
Kingdom Quotes:
Pemimpin sejati bukanlah yang mengambil dari yang dipimpinnya, melainkan yang rela memberi diri demi kebaikan mereka.