YANG TERHILANG

YANG TERHILANG

Bacaan Setahun:
Hakim Hakim 4:1 – 5:31
Yohanes 4:43 – 5:15
Mazmur 57:1–6

““Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.” (Matius 18:14)

Ada fenomena unik di negara Jepang yang diberitakan media sosial, yaitu ada orang-orang yang memutuskan untuk menghilang dari kehidupan mereka sendiri tanpa jejak. Orang-orang ini disebut ‘jouhatsu’, yang berarti ‘menguap’ (bbc.com). Pada tengah malam mereka sengaja meninggalkan rumah, pekerjaan dan keluarga untuk memulai kehidupan baru dan menyembunyikan keberadaan mereka selama bertahun-tahun, seringkali tidak pernah kembali. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari hutang, kekerasan dalam rumah tangga, tekanan sosial yang berat dan rasa malu akibat kehilangan pekerjaan atau perceraian.

Namun ada juga orang-orang atau bahkan mungkin kita sendiri pernah mengalaminya, merasa seperti terhilang bukan secara fisik, namun merasa terlupakan, tidak dipedulikan dan sendirian, kecewa, terluka, lelah atau terabaikan karena di-phubbing pasangan yang terlalu asyik dengan gadgetnya. Berita baiknya, Allah tidak menghendaki anak-anak-Nya terhilang atau sengaja menghilang. Yehezkiel 34:16 menyebutkan la akan mencari yang hilang, membawa pulang yang tersesat, membalut yang luka dan menguatkan yang sakit. Jadi Gembala Agung tidak akan membiarkan dan meninggalkan domba-domba-Nya terkapar dan terlantar, namun la menghendaki kita kembali memiliki persekutuan indah bersama-Nya.

Ketika seseorang sengaja menjauh dan menghilang dari persekutuan dengan Tuhan karena pergumulannya, respons saudara-saudaranya bukanlah menghakimi, melainkan mengharapkannya kembali dengan hati yang rindu dipulihkan. Tuhan tidak pernah benar-benar menjauh; seringkali kitalah yang menutup diri karena rasa bersalah, kecewa, atau lelah. Namun kasih-Nya tetap menanti, seperti kasih sang bapa yang menantikan anak bungsunya kembali pulang.

Langkah penting selanjutnya adalah jujur di hadapan Tuhan dan datang apa adanya, dengan membawa semua luka, keraguan, dan kegagalan ke dalam doa. Tuhan tidak menolak hati yang remuk, karena itu mari membangun kembali hubungan dengan firman dan doa, serta mencari kembali komunitas iman yang dapat menopang; sambil mengingat pemulihan adalah proses, bukan instan. Tuhan bekerja perlahan tetapi pasti, memulihkan jiwa yang mau kembali. (YL)

Questions:

1. Apakah penyebab seseorang terhilang dan menghilang dari persekutuan dengan Tuhan?
2. Langkah apa saja yang perlu dilakukan untuk kembali menikmati persekutuan dengan-Nya?

Values:
Tuhan selalu membuka jalan pulang bagi setiap hati yang rindu kembali.

Kingdom Quotes:
Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. (Yakobus 4:8)