HATI GEMBALA YANG MELAYANI DALAM KEBENARAN

HATI GEMBALA YANG MELAYANI DALAM KEBENARAN

Bacaan Setahun:
Hakim Hakim 6:1 – 7:8
Yohanes 5:16–30
Mazmur 57:7–11

“Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, serta yang gemuk dan kuat akan Kuawasi. Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya” (Yehezkiel 34:16 – TB2)

Isi pasal dalam Yehezkiel 34 merupakan teguran Tuhan terhadap para gembala Israel, yaitu pemimpin rohani yang gagal menggembalakan umat-Nya dengan benar. Pada waktu itu, mereka tidak peduli terhadap jemaat yang lemah, enggan mencari yang hilang, bahkan memanfaatkan domba-domba untuk keuntungan pribadi. Karena itu, Tuhan menyatakan murka-Nya dan berfirman, “Aku sendiri yang akan menggembalakan umat-Ku.” Hal ini menunjukkan betapa besar kasih Tuhan terhadap jiwa-jiwa ketika manusia mengabaikan kehendak-Nya. Teguran ini juga relevan bagi setiap orang percaya yang lalai terhadap tanggung jawab rohani dan panggilan hidupnya.

Dalam ayat-ayat tersebut terdapat beberapa makna penting dari bahasa Ibrani. Pertama, “yang hilang akan Kucari.” Kata “mencari berasal dari kata baqash, yang berarti mencari dengan sungguh-sungguh, penuh kerinduan, dan tidak berhenti sampai ditemukan. Ini bukan pencarian biasa, melainkan tindakan penuh kasih dan tekad. Tidak semua yang hilang itu jahat; ada yang terluka, kecewa, atau lelah. Tuhan tidak tinggal diam, tetapi berinisiatif mencari. Seperti gembala yang meninggalkan sembilan puluh sembilan domba untuk menemukan satu yang hilang, demikian pula Tuhan mencari setiap jiwa dengan kasih setia-Nya.

Kedua, “yang tersesat akan Kubawa pulang.” Kata “membawa pulang” berasal dari shuv, yang berarti mengembalikan atau memulihkan. Tuhan tidak hanya menemukan yang tersesat, tetapi juga memulihkan arah hidupnya. Sejauh apa pun seseorang jatuh, Tuhan tetap menyediakan jalan untuk kembali. Pemulihan selalu terbuka bagi siapa saja yang mau kembali kepada-Nya dengan hati yang rendah dan terbuka.

Ketiga, “yang gemuk dan kuat akan Kuawasi.” Kata “mengawasi” berasal dari shamar, yang berarti menjaga dengan perhatian dan tujuan, bahkan dapat mencakup disiplin. Tuhan tidak hanya memperhatikan yang lemah, tetapi juga yang kuat, supaya mereka tidak menjadi sombong atau menyimpang. Keberhasilan tidak boleh menjauhkan seseorang dari Tuhan, melainkan mendorongnya untuk tetap rendah hati dan hidup dalam ketaatan.

Keempat, “Aku akan menggembalakan mereka.” Kata “menggembalakan” berasal dari ra’ah, yang berarti memberi makan, memimpin, merawat, dan melindungi. Ini menggambarkan hubungan yang dekat antara Tuhan dan umat-Nya. la menggembalakan dengan kasih, keadilan, dan kebenaran yang tidak berubah.

Karena itu, marilah kita memiliki hati seorang gembala: peduli kepada yang lemah, mencari yang tersesat, memulihkan tanpa menghakimi, serta menjaga dengan tulus tanpa manipulasi demi kemuliaan nama Tuhan. (TL)

Questions:

1. Apakah Anda pernah lalai untuk mencari yang terhilang? Mengapa?
2. Bagaimana kita bisa sunguh-sungguh memiliki hati gembala? Diskusikan!

Values:
Tuhan selalu melihat kesungguhan dan kerendahan hati kita dalam melayani bukan keberhasilan.

Kingdom Quotes:
Selalu ada jalan dan kesempatan untuk kembali, Tuhan membuka jalan pemulihan untuk kita semua yang tersesat dan terhilang.