INI AKU, UTUSLAH AKU!
Bacaan Setahun:
1Samuel 5:1 – 7:17
Yohanes 11:45 – 12:11
Amsal 12:18–27
“Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!” (Yesaya 6:8)
Apakah anda berjemaat di sebuah gereja lokal? Apakah gereja tempat anda beribadah memiliki struktur organisasi misi? Atau mungkin anda sering mendengar istilah “ladang misi”? Bagi sebagian orang Kristen, bermisi sering dianggap sebagai pelayanan yang hanya dilakukan oleh gereja atau lembaga misi tertentu. Ada pula anggapan bahwa misi hanya dilakukan oleh orang-orang yang secara khusus memiliki beban untuk itu.
Namun, sesungguhnya pelayanan misi adalah panggilan bagi setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus dan bersedia diutus. Dalam Matius 28:19, Tuhan Yesus dengan jelas memerintahkan, “Jadikanlah semua bangsa murid-Ku.” Ia tidak pernah berkata, “Jadikanlah semua bangsa jemaat-Ku.” Ironisnya, pada masa kini tidak sedikit gereja yang justru lebih sibuk mempertahankan atau menambah jemaat, tetapi kurang memberi perhatian pada panggilan misi tersebut.
Ketika Nabi Yesaya mendapat penglihatan tentang Tuhan dan para serafim (Yesaya 6:1–8), ia merasa takut karena menyadari keberdosaannya. Ia mengakui dirinya sebagai orang yang najis bibir (ayat 5) dan tidak layak di hadapan Tuhan. Namun, setelah Tuhan menghapus kesalahannya dan mengampuni dosanya (ayat 6), Yesaya dipulihkan dan dilayakkan untuk melakukan pekerjaan Tuhan. Maka, ketika Tuhan bertanya, “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?”, Yesaya dengan lantang menjawab, “Ini aku, utuslah aku!”
Menjawab panggilan Tuhan untuk melayani bukanlah hal yang mudah. Melihat besarnya pekerjaan Tuhan sering kali membuat hati menjadi gentar. Bahkan, tidak jarang kita berharap orang lain saja yang melakukannya. Namun, Tuhan memanggil kita secara pribadi hari ini, bukan besok atau lusa. Yesaya telah lebih dahulu memberi teladan dengan keberaniannya menerima panggilan Tuhan. Bagaimana dengan kita?
Cara Tuhan memanggil dan mengutus seseorang untuk menjalankan misi-Nya berbeda-beda. Ada yang dipanggil melalui hal-hal yang sederhana, tetapi ada pula yang melalui pengalaman yang luar biasa. Terlepas dari cara tersebut, yang terpenting bagi Tuhan adalah respons dan sikap hati kita ketika Ia memanggil. Ketika kita menerima panggilan-Nya, Dia akan memperlengkapi kita sesuai dengan rencana-Nya.
Dalam hal melayani, Tuhan tidak mencari orang yang sudah sempurna atau benar, melainkan orang yang mau diubahkan oleh firman-Nya untuk menggenapi kehendak-Nya di dunia. Bagaimana dengan Anda, bersediakah? (AU)
Questions:
1. Apakah anda bersedia diutus Tuhan untuk melakukan misi-Nya?
2. Apakah anda lebih fokus pada kenyamanan diri atau pada panggilan Tuhan?
Values:
Miliki hati yang siap diutus dengan taat, bukan menunda, tetapi merespons panggilan Tuhan hari ini.
Kingdom Quotes:
Tuhan tidak mencari yang paling mampu, tetapi yang mau berkata: ‘Ini aku, utuslah aku!’