API PEMURNIAN DIMULAI DARI GEREJA
Bacaan setahun:
1 Samuel 13:1 – 14:23
Yohanes 13:18–38
Mazmur 66:13–20
Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah? (1 Petrus 4:17)
Rasul Petrus tidak sedang menakut-nakuti jemaat. la sedang menyadarkan mereka. Kata “penghakiman” di sini bukan pertama-tama berarti hukuman kekal, tetapi proses pemurnian. Allah sedang melakukan spiritual quality control atas umat-Nya.
Sering kali kita tanpa sadar memelihara pola pikir yang keliru: karena kita umat pilihan, hidup kita seharusnya lebih nyaman. Karena kita anak Tuhan, kita merasa diprioritaskan untuk diberkati. Namun injil tidak pernah menjanjikan kenyamanan sebagai tanda utama kasih Allah. Yesus Kristus justru berkata, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya dan memikul salibnya” (Markus 8:34). Salib bukan simbol kenyamanan, tetapi penyangkalan diri dan proses.
Ketika Petrus berkata penghakiman dimulai dari rumah Allah, itu berarti Allah terlebih dahulu memeriksa kualitas rohani gereja-Nya. Dan jika dimulai dari rumah Allah, seharusnya itu juga dimulai dari para pemimpin, pengajar, dan pelayan mimbar. Sebab kepada merekalah dipercayakan terang yang lebih besar (Yakobus 3:1). Pemurnian selalu mendahului kemuliaan. Iman diuji seperti emas dalam api (1 Petrus 1:7). Api tidak menghancurkan emas; api membakar kotorannya.
Masalahnya, banyak gereja kehilangan sense of crisis. Kita merasa sudah dibenarkan, lalu hidup tanpa kewaspadaan rohani. Ayat 18 bahkan berkata, “Jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan…” Ini bukan ancaman kehilangan keselamatan, tetapi peringatan bahwa jalan keselamatan itu serius dan tidak boleh dijalani dengan sembrono.
Rasa aman tanpa kekudusan adalah jebakan halus. Ketika gereja menjadi terlalu nyaman, terlalu mirip dunia, terlalu kompromistis terhadap hedonisme dan egoisme, maka api pemurnian menjadi perlu. Mungkin guncangan, koreksi, atau tekanan yang terjadi bukan tanda Allah meninggalkan gereja. Bisa jadi itu tanda Allah masih peduli. la membersihkan rumah-Nya sebelum berbicara kepada dunia.
Lebih baik kita mengalami api pemurnian sekarang daripada hidup dalam rasa aman yang palsu. Gereja yang dimurnikan akan menjadi gereja yang berotoritas. Umat yang disucikan akan menjadi terang yang sejati. Sebab pada akhirnya, yang Tuhan cari bukan gereja yang besar, bukan gereja yang populer, bukan gereja yang nyaman melainkan gereja yang murni. Dan pemurnian itu dimulai dari kita. (DD)
Questions:
1. Apakah anda hanya menikmati status sebagai umat Tuhan tanpa mengejar hidup yang kudus?
2. Ketika tekanan dan koreksi datang, apakah anda melihatnya sebagai hukuman, atau sebagai api pemurnian untuk membersihkan hati anda?
Values:
Penghakiman dari rumah Allah adalah tanda kasih, bukan kebencian. Ia tidak membuang, tetapi membersihkan dan memurnikan.
Kingdom Quotes:
Lebih baik dimurnikan sekarang daripada hidup dalam rasa aman yang palsu. Gereja yang dimurnikan akan berotoritas, dan umat yang disucikan menjadi terang sejati.