PENTAKOSTA: DIMETERAIKAN UNTUK MENGERTI
Bacaan Setahun:
1Samuel 14:24 – 15:35
Yohanes 14:1–31
Amsal 12:28 – 13:9
“Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya. Dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.” (Efesus 1:14,17)
Pada hari ini, Gereja merayakan Hari Pentakosta, suatu pemenuhan janji dan momen tercurahnya Roh Kudus atas para Rasul. Pada hari Pentakosta, Allah memberikan Roh Kudus sebagai meterai di dalam hati kita. Kehadiran Roh Kudus adalah tanda sah dari Allah bahwa orang percaya adalah milik kesayangan-Nya.
Bayangkan sebuah dokumen penting milik raja yang akan dikirim ke tempat yang jauh. Sebelum diberangkatkan, dokumen itu dimeteraikan dengan lilin dan cincin stempel pribadi raja. Meterai itu menyatakan: “Ini milik raja, asli, dan berada dalam perlindungan raja sampai tiba di tujuannya.” Tidak seorang pun berani mengusiknya, karena ada otoritas dan jaminan di balik tanda itu. Gambaran ini menolong kita memahami makna Hari Pentakosta. Ketika Roh Kudus dicurahkan, Allah memberikan “meterai-Nya” di dalam hati setiap orang percaya. Artinya, hidup kita bukan lagi milik diri sendiri—kita adalah milik Allah, “properti surgawi”. Kita dijaga, dipelihara, dan sedang diarahkan menuju tujuan akhir: kemuliaan bersama-Nya.
Namun meterai itu bukan hanya tanda pasif, melainkan hidup yang aktif. Roh Kudus bekerja di dalam kita, memberi hikmat, menolong kita memahami firman, dan memampukan kita hidup sesuai kehendak Allah. Ia juga menolong dalam doa—bahkan saat kita tidak tahu harus berkata apa. Dengan kata lain, meterai itu terlihat melalui perubahan hidup: cara berpikir, bersikap, dan bertindak.
Selanjutnya, pada ayat 17 berupa isi doa Rasul Paulus. Rasul Paulus berdoa agar orang percaya menerima roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Allah dengan benar. Ini juga menjadi doa bagi kita hari ini: supaya kita tidak hanya tahu tentang Allah, tetapi benar-benar mengenal Dia secara pribadi, dan hidup dari pengenalan itu. Pengenalan ini akan mengubah cara kita melihat masalah, memampukan kita tetap berharap, dan menuntun kita mengambil keputusan yang benar. Semakin kita peka terhadap pimpinan Roh, semakin nyata pula buah kehidupan yang dihasilkan dalam keseharian kita.
Orang percaya dipersatukan dengan Kristus, menjadi bagian dari Dia dan di dalam Dia juga kita menjadi bagian dari rencana Agung Allah bagi dunia ini. Sebagaimana Rasul Paulus mendoakan Gereja di Efesus, kiranya isi doa dari Paulus juga senantiasa menguatkan kita untuk kita semakin menyadari akan pengertian yang lebih dalam dan menggunakan kuasa yang dicurahkan-Nya yang sudah menjadi milik kita. Hari ini, berhentilah sejenak dan ingat: Anda adalah milik Allah. Roh Kudus ada di dalam Anda sebagai jaminan, penolong, dan penuntun. Hiduplah sesuai dengan “meterai” itu—dengan iman, ketaatan, dan keberanian untuk mewartakan Injil Kebenaran. (AH)
Questions:
1. Mengapa Allah mencurahkan Roh Kudus atas orang percaya?
2. Apakah makna Pentakosta bagi orang percaya?
Values:
Kuasa Roh Kudus memampukan orang percaya dalam mewujudkan kesaksian dan pelayanan di dunia.
Kingdom Quotes:
Kuasa Roh Kudus bukan hanya bekerja sebagai tanda supranatural, tetapi juga memampukan orang percaya untuk bersaksi dan melayani bagi kemuliaan nama-Nya.