Kebenaran Menghasilkan Buah dan Pertumbuhan | Pdm. Vonny Agustina Susanta

“Inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus.” (Filipi 1:9-10)

Peran sebagai gembala bukan hanya tugas gembala komsel, tetapi juga tanggung jawab para ayah dan setiap pemimpin bagi orang-orang yang dipimpinnya. Gembala berperan untuk merawat dan menjaga domba-dombanya, sekalipun terkadang domba-domba tersebut sulit diatur. Seorang gembala hanya dapat menjalankan tugasnya melalui kasih dan kebenaran Yesus. Menjelang kedatangan Yesus yang kedua kali, tujuan kita adalah menjadi mempelai perempuan yang layak dan siap menyambut kedatangan-Nya.

Paulus berdoa agar kasih jemaat bertumbuh dengan benar sehingga hidup mereka berkenan kepada Tuhan. Sebab kasih tanpa kebenaran dapat menyesatkan, sedangkan kebenaran tanpa kasih dapat melukai.

Mengapa Kebenaran Menghasilkan Buah dan Pertumbuhan?

  1. Kebenaran adalah benih yang menghidupkan

“Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.” (1 Petrus 1:23)

Kita semua memiliki DNA ilahi. Benih memang sesuatu yang kecil, tetapi memiliki dampak yang sangat besar. Sebagai orang percaya, kita memiliki DNA khusus, yaitu benih kebenaran Kristus dalam hidup kita, yang pada waktunya akan bertumbuh dewasa dan menghasilkan buah.

  1. Kebenaran adalah alat pengudusan

“Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.”
(Yohanes 17:17)

Tuhan menghendaki kita hidup kudus. Karena itu, kita dipisahkan dari dunia dan dikhususkan bagi Tuhan. Kita dikuduskan melalui kebenaran firman yang dilakukan setiap hari. Kekudusan tidak terjadi secara otomatis, melainkan membutuhkan waktu dan proses dalam kesetiaan kita menghidupi kebenaran.

  1. Kebenaran memastikan pilihan yang tepat

“…sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus.” (Filipi 1:9–10)

Setiap hari kita diperhadapkan pada berbagai pilihan. Setiap keputusan memiliki konsekuensi. Kita hanya dapat membuat pilihan yang tepat jika berpegang pada kebenaran firman Tuhan.

Apa yang Ingin Dicapai?

“Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.” (Filipi 1:9–11)

  1. Kasih yang terus bertumbuh

Semoga kasihmu makin melimpah…” Kasih sejati adalah karakter Kristus yang terus bertumbuh dalam hidup orang percaya. Yesus mengajarkan bahwa kasih adalah tanda utama murid-murid Tuhan. Kita dapat menerapkannya dimulai dari keluarga, misalnya dengan memberikan kata-kata pujian dan dorongan semangat kepada pasangan maupun anak-anak kita.

  1. Kasih yang disertai pengetahuan yang benar

“…dalam pengetahuan yang benar…” Kasih tanpa kebenaran dapat berubah menjadi toleransi terhadap dosa, kompromi, atau emosi tanpa arah. Sebaliknya, kasih yang berdasarkan firman Tuhan menghasilkan kehidupan yang sehat. Firman Tuhan menjadi dasar untuk membedakan yang benar dan yang salah, memahami kehendak Allah, serta menjalani hidup dengan bijaksana.

  1. Kasih yang dewasa menghasilkan kepekaan rohani

“…dan dalam segala macam pengertian…” Kata “pengertian” berbicara tentang kepekaan rohani dan kemampuan membedakan sesuatu. Kedewasaan rohani membuat seseorang memiliki hikmat dalam mengambil keputusan, membangun relasi, melayani, dan menghadapi pencobaan. Kepekaan terhadap suara Roh Kudus akan menolong kita agar tidak hidup di luar kehendak Tuhan.

Bagaimana Caranya?

  1. Menjadi pendengar dan pelaku firman yang konsisten

“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.” (Yakobus 1:22)

Menjadi pendengar dan pelaku firman mungkin mudah dilakukan ketika keadaan baik-baik saja. Namun, ketika musim kehidupan menjadi sulit, apakah kita tetap konsisten melakukan firman atau justru beralih memakai cara-cara dunia? Kita harus menjadi pendengar dan pelaku firman yang setia sampai Tuhan Yesus datang kembali.

  1. Menghilangkan “gulma” yang menghambat pertumbuhan

Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekhawatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.” (Matius 13:22)

Gulma adalah tanaman liar yang seharusnya tidak ada di sekitar pohon yang ditanam. Gulma menyerap zat-zat yang dibutuhkan tanaman sehingga menghambat pertumbuhannya. Akibatnya, pohon menjadi tidak berbuah atau menghasilkan buah yang kecil. Karena itu, kita perlu memeriksa apa yang menjadi “gulma” dalam hidup kita. Bisa saja berupa media sosial yang berlebihan atau pergaulan yang buruk yang perlu dihindari agar pertumbuhan rohani kita tidak terhambat.

  1. Berdoa agar memiliki kasih

“Inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar…”
(Filipi 1:9)

Dunia saat ini dipenuhi berbagai tantangan dan persoalan, baik di bidang ekonomi, politik, sosial, kesehatan fisik, maupun kesehatan mental. Di tengah semua tantangan itu, kita perlu berdoa agar kasih Kristus nyata melalui hidup kita dan semakin melimpah, sehingga kita dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Amin. (VW)