BERBUAH KETERTIBAN

BERBUAH KETERTIBAN 

Bacaan Setahun:
2Samuel 9:1 – 10:19
Kisah Para Rasul 3:1–26
Mazmur 70:1–5

“Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.” (1 Korintus 14:40)

Ketika kami berangkat ke tempat kerja pagi ini, lalu lintas sudah padat dan banyak kendaraan tampak melaju lambat. Di persimpangan lampu lalu lintas, banyak pengendara motor bahkan mobil, berhenti di luar marka pembatas jalan ketika lampu merah menyala. Dari arah yang berlawanan, sebuah sepeda motor mendadak berjalan zigzag, berbelok-belok secara tajam, seolah-olah hendak menabrak kendaraan yang berada di luar garis pembatas, sehingga mereka segera bergeser karena takut tertabrak. Ketidaktertiban tersebut sudah biasa terjadi di persimpangan lampu lalu lintas, yang pastinya bukan gaya berlalulintas orang percaya sebagai murid Tuhan yang berbuah ketertiban.

Berbuah sebenarnya memiliki makna yang kaya dan tidak terbatas pada satu aspek saja. Alkitab mengajarkan bahwa berbuah menggambarkan suatu kehidupan yang benar-benar terhubung dengan Tuhan dan menghasilkan dampak nyata. Berbuah memiliki beberapa arti, antara lain menjadi saksi dan membawa orang lain mengenal Tuhan, bertumbuh semakin dewasa dan kuat dalam iman, menghasilkan karakter seperti Kristus, dan melakukan perbuatan baik yang terlihat dalam tindakan nyata.

Perbuatan baik yang lahir dari iman menghasilkan pola hidup yang teratur sebagai buah ketertiban. Jadi buah ketertiban adalah salah satu tanda nyata kehidupan yang berjalan selaras dengan kehendak Tuhan. Ketika seseorang sungguh-sungguh mengiring Tuhan, hidupnya tidak lagi dikuasai oleh kekacauan, melainkan dituntun oleh damai, disiplin, dan arah yang jelas. Ketertiban bukan sekadar soal keteraturan lahiriah, tetapi mencerminkan hati yang tertata dan pikiran yang terarah kepada kebenaran.

Orang yang hidup dalam kebenaran tentunya memiliki pola hidup yang teratur dan belajar menempatkan prioritas dengan benar, yakni mengasihi Tuhan, melayani sesama, dan bertanggung jawab atas setiap tugas yang dipercayakan. Dari sinilah muncul kehidupan yang tidak mudah goyah oleh keadaan, karena ia berdiri di atas dasar yang kuat.

Firman Tuhan yang kita baca hari ini mengingatkan bahwa segala sesuatu harus dilakukan dengan tertib dan teratur. Ketertiban ini bukan beban, melainkan buah dari Roh yang bekerja dalam diri kita. Ketika Roh Tuhan memimpin, kita dimampukan untuk hidup tertib, disiplin, bijaksana dalam mengambil keputusan, dan setia dalam hal-hal kecil. Mari kita terus setia dalam perbuatan baik dan hidup dalam tuntunan Tuhan, supaya buah ketertiban nyata dalam keseharian kita, menjadi kesaksian yang hidup bagi kemuliaan-Nya. (YL)

Questions:
1. Apa saja yang menjadi tanda bahwa murid Tuhan sudah berbuah perbuatan baik?
2. Mengapa bergaya hidup tertib dan disiplin seringkali sukar dilakukan? Diskusikan!

Values:
Hidup dalam tuntunan Tuhan tidak kacau, melainkan memiliki arah dan tujuan.

Kingdom Quotes:
Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. (Amsal 3:6)