KUASA DALAM PILIHAN

KUASA DALAM PILIHAN 

Bacaan Setahun:
2Samuel 13:1–39
Kisah Para Rasul 4:23 – 5:11
Mazmur 71:9–18

“Aku telah memilih jalan kebenaran, telah menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.” (Mazmur 119:30)

Kehendak bebas diberikan Allah pada kita karena kita diciptakan serupa dengan gambar Allah. Memang tidak semua hal dalam hidup kita merupakan pilihan. Namun, sepanjang hidup – mulai dari hal-hal sehari-hari seperti makanan, mata pencaharian, kepada siapa kita percaya, siapa yang kita pilih untuk menjadi pasangan hidup dan bagaimana kita menyikapi berbagai hal yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita – kebanyakan adalah pilihan.

Pilihan makanan kita mencerminkan kesehatan tubuh. Apa yang kita lihat dan dengarkan tertuang dalam tindakan dan percakapan kita. Disiplin menentukan hasil usaha kita. Bahkan pakaianpun menentukan cara orang memperlakukan kita. Semua itu artinya kita yang memutuskan seberapa sehat kita mau. Kita yang menentukan apakah kata-kata dan tindakan kita menunjukkan hikmat, atau justru kebodohan. Ada cara berpakaian yang membuat orang memperlakukan kita dengan santun atau dengan kurang ajar. Bukan masalah mewah, tapi sopan, bersih dan rapi. Begitupun dengan usaha kita dalam bekerja.

Dalam istilah kekinian, apakah umat Allah “pro-choice”? Tentu saja! Namun, pro choice bukan berarti membenarkan tindakan yang salah untuk menghindari konsekuensi dari pilihan sebelumnya. Menggugurkan janin setelah MEMILIH untuk berhubungan intim adalah contoh upaya menghindari konsekuensi. Pilihannya adalah SEBELUM berhubungan intim, bukan SETELAHnya. Malas bekerja lalu tidak bisa memuaskan kebutuhan (baik primer atau bahkan tersier seperti pengakuan publik atas pencapaiannya) kadang juga menjadi pemicu tindakan negatif seperti mencuri, manipulasi, penipuan, dan sebagainya. Padahal sebenarnya pilihan untuk tidak disiplin bekerjalah penyebabnya.

Pendeta Jack Hibbs pernah bergurau dalam salah satu khotbahnya, “Saya memang bisa menjilat stopkontak di dinding. Tentu tidak saya lakukan, karena akibatnya pasti sangat menyakitkan.” Gurauan yang sederhana ini perlu kita renungkan lebih dalam dalam hidup kita dalam proses memilih.

Memiliki pilihan adalah anugerah. Akan tetapi, bersama setiap pilihan, ada konsekuensi yang merupakan hasil (positif) atau akibat (negatif). Di tengah dunia yang penuh dengan pilihan, anak Tuhan diajak untuk memilih dengan hikmat sesuai dengan Firman Tuhan. Bahkan Tuhan membayar harga sangat mahal untuk pilihan-Nya itu. Salib Yesus sendiri pun adalah sebuah pilihan. Mari murid-murid Tuhan, libatkan Tuhan dalam setiap pilihan kita dan kita akan berbuah banyak dan memuliakan Tuhan kita. (SO)

Questions:
1. Adakah tindakan anda yang sebenarnya upaya untuk mendapatkan yang anda inginkan – yang tidak tercapai karena anda awalnya salah pilih?
2. Jika ada pilihan anda selama ini yang ternyata berakibat negatif, maukah anda berbalik dan konsisten berubah?

Values:
Dalam setiap pilihan ada kuasa, sekaligus pertanggungjawaban.

Kingdom Quotes:
You are free to make whatever choice you want, but you are not free from the consequences of that choice.” (Zig Ziglar)