HIDUP DALAM OTORITAS KERAJAAN ALLAH

HIDUP DALAM OTORITAS KERAJAAN ALLAH 

Bacaan Setahun:
2Samuel 14:1 – 15:12
Kisah Para Rasul 5:12–42
Amsal 14:15–24

“Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” (Kejadian 1:28)

Sejak awal, manusia diciptakan bukan hanya untuk hidup yang tanpa arah atau tujuan, tetapi untuk memerintah bersama Allah. Ini adalah bagian dari identitas Kerajaan bahwa kita diberi otoritas, bukan untuk menguasai sesama, tetapi untuk menjalankan kehendak Sang Raja di bumi sehingga setiap perkataan, tindakan, dan keputusan kita adalah cerminan Sang Raja.

Namun sering kali kata “otoritas” disalahpahami sebagai kekuasaan atau dominasi. Dalam perspektif Kerajaan Allah, otoritas justru dimulai dari ketaatan kepada Sang Raja. Kita tidak bisa memerintah dengan benar jika kita tidak terlebih dahulu tunduk kepada pemerintahan-Nya. Itulah sebabnya ketika Adam dan Hawa tidak taat kepada Allah maka otoritas atas bumi tidak lagi ada padanya. Ketaatan Yesus kepada Bapa untuk mati di atas kayu salib menebus dosa-dosa manusia memberikan teladan dan mengembalikan otoritas Kerajaan Allah kepada manusia untuk hidup bersama Allah dan menjalankan kehendak-Nya.

Otoritas Kerajaan Allah dalam diri kita dimulai dari mengatur diri sendiri. Kita dipanggil untuk memerintah atas pikiran, emosi, dan keinginan kita. Ketika kita memilih kebenaran daripada dosa, memilih kesabaran daripada kemarahan, dan memilih iman daripada ketakutan, maka kita sedang menjalankan otoritas Kerajaan Allah di dalam kehidupan pribadi.

Otoritas Kerajaan Allah terlihat dari tanggung jawab kita kepada keluarga, pekerjaan dan lingkungan di sekitar kita dengan nilai-nilai Kerajaan Allah. Kita menjalankan otoritas Kerajaan Allah dan memerintah bersama-Nya berarti menjalankan setiap tanggung jawab yang dipercayakan dengan penuh kejujuran, kasih, integritas, keadilan dan kebenaran.

Otoritas Kerajaan Allah juga dinyatakan melalui perkataan dan tindakan yang membangun serta tindakan kita berdiri melawan hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Allah baik dalam diri maupun sekitar kita. Apa yang kita ucapkan memiliki kuasa. Kita bisa memilih untuk membawa kehidupan, pengharapan, kesembuhan dan damai sejahtera kepada kehidupan dunia yang penuh dengan kegelapan sehingga tindakan aktif kita menghadirkan terang dan kebenaran Allah dan dari situlah Kerajaan Allah dinyatakan.

Semua ini hanya mungkin terjadi jika kita tetap terhubung dengan Sang Raja dengan penuh ketaatan. Otoritas sejati bukan berasal dari posisi, tetapi dari hubungan dengan Allah. Semakin dekat kita dengan-Nya, semakin nyata otoritas itu bekerja melalui hidup kita. Kita adalah bagian dari Kerajaan Allah, yang dipanggil untuk memerintah bersama Sang Raja. Hiduplah dengan kesadaran itu—setia dalam hal kecil, taat dalam setiap langkah, dan biarkan Kerajaan-Nya dinyatakan melalui hidup kita. (RSN)

Questions:
1. Bagaimana menerima otoritas untuk memerintah bersama Sang Raja di dalam Kerajaan Allah?
2. Bagaimana menerapkan otoritas Kerajaan Allah dalam kehidupan sehari-hari?

Values:
Otoritas Kerajaan Allah dimulai dari ketaatan kepada Sang Raja, karena kita tidak bisa memerintah dengan benar jika kita tidak terlebih dahulu tunduk kepada pemerintahan-Nya.

Kingdom Quotes:
Otoritas sejati bukan berasal dari posisi, tetapi dari hubungan yang intim dan persekutuan dengan Allah.