MENGENAL IDENTITAS KITA
Bacaan Setahun:
2 Samuel 23:8 – 24:25
Kisah Para Rasul 9:32 – 10:23
Mazmur 74:1–9
“Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” (Kejadian 1:26)
Sejak awal penciptaan, manusia tidak diciptakan secara kebetulan. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, sehingga apa yang ada pada diri manusia adalah mulia dan baik sebagai satu pribadi yang utuh roh, jiwa dan tubuh. Ada sebuah identitas yang mulia yang melekat dalam diri manusia yaitu sebagai: gambar Allah. Hal inilah yang membuat manusia berbeda dari seluruh ciptaan lainnya, sehingga hidup kita bukan sekadar ada, tetapi membawa tujuan ilahi yang mencerminkan siapakah Allah di bumi.
Menjadi gambar Allah bukan hanya soal bentuk, tetapi tentang natur, karakter, dan fungsi. Kita dipanggil untuk mencerminkan kasih-Nya, kebenaran-Nya, dan kekudusan-Nya dalam setiap aspek kehidupan kita sehingga dunia seharusnya dapat “melihat Allah” melalui cara kita berpikir, berbicara, dan bertindak.
Namun sering kali, kita kehilangan kesadaran akan identitas sebagai gambar Allah sehingga kita mencari nilai dari pencapaian, pengakuan orang lain, atau apa yang kita miliki. Padahal, nilai sejati kita sudah ditetapkan sejak awal yaitu kita adalah perwakilan Sang Raja di bumi ini. Kita berharga karena kita adalah gambar Allah. Dalam perspektif Kerajaan Allah, identitas selalu mendahului fungsi. Kita tidak melakukan sesuatu supaya menjadi berharga-kita melakukan sesuatu karena kita sudah berharga di dalam Allah.
Dosa memang telah merusak gambar Allah dalam diri manusia, tetapi melalui Yesus Kristus, gambar itu dipulihkan. Di dalam Dia, kita dipanggil kembali untuk hidup sesuai tujuan Allah yang semula menjadi cerminan Kerajaan Allah di bumi. Agar mengalami pemulihan itu, kita harus terus berjalan di dalam Dia, berakar dan dibangun di dalam Dia serta diperkokohkan dalam iman kepada-Nya sehingga menghasilkan kehidupan yang berbuah. Setelah menerima pemulihan, kita tidak lagi hidup dengan tujuan pribadi, melainkan dengan tujuan yang lebih besar yaitu untuk mengerjakan kehendak dan tujuan-tujuan Allah di muka bumi.
Hari ini, ingatlah bahwa kita bukan sekadar individu biasa yang menjalani hidup tanpa arah. Kita adalah pembawa gambar Allah, wakil dari Kerajaan-Nya di bumi. Hiduplah dengan kesadaran bahwa setiap perkataan, tindakan, dan keputusan kita adalah cerminan Sang Raja. Kita bukan sekadar manusia biasa, tetapi pembawa gambar Allah. (RSN)
Questions:
1. Identitas apa yang melekat di dalam diri kita yang membedakan kita dengan ciptaan yang lain?
2. Bagaimana cara hidup kita sebagai warga Kerajaan Allah?
Values:
Karena kita adalah gambar Allah maka kita dipanggil untuk mencerminkan kasih-Nya , kebenaran-Nya, dan kekudusanNya dalam setiap aspek kehidupan kita.
Kingdom Quotes:
Sebagai warga Kerajaan Allah maka setiap perkataan, tindakan, dan keputusan kita adalah cerminan Sang Raja.