BEARING FRUIT TOGETHER: The COMMUNITY of GOD’S KINGDOM

BEARING FRUIT TOGETHER: The COMMUNITY of GOD’S KINGDOM 

Bacaan Setahun:
1Raja-raja 8:22 – 9:9
Kisah Para Rasul 14:8–28
Amsal 15:11–20

“Inilah perintah yang kita terima dari Dia: Siapa yang mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.” (1 Yohanes 4:21 – TB2)

Tema minggu ketiga bulan Juni 2026 adalah Bearing Fruit Together: The Community of God’s Kingdom yang memiliki arti Bersama-sama Membawa Buah: Komunitas Kerajaan Allah. Komunitas Kerajaan Allah adalah kehidupan bersama orang percaya yang saling terhubung, saling membangun, dan bersama-sama menghasilkan buah rohani. Kata “mengasihi” dalam 1 Yohanes 4:21 berasal dari bahasa Yunani agapaō, yaitu kasih yang aktif, rela berkorban, dan tidak egois. Buah Kerajaan tidak lahir sendirian—ia tumbuh dalam komunitas. Mari kita belajar tiga hal tentang Bearing Fruit Together: The Community of God’s Kingdom.

Yang pertama, Komunitas yang Berbuah (1 Korintus 12:12–14). Kita dipanggil untuk terhubung, bukan terpisah. Kata kunci dari ayat di atas adalah sōma = tubuh. Kita adalah satu tubuh dengan banyak anggota. Prinsip kehidupan berkomunitas adalah Roma 12:5 — kita saling memiliki dan membutuhkan. Tujuan kehidupan berkomunitas adalah Yohanes 15:12 — kasih menghasilkan buah dalam relasi. Pada masa itu, jemaat Korintus mengalami perpecahan, namun Paulus menegaskan tentang kesatuan tubuh. Hari ini, banyak orang ingin mandiri secara rohani, namun tanpa komunitas, pertumbuhan menjadi dangkal. Dalam komunitas, karakter diuji dan buah dihasilkan.

Yang kedua, Komunitas yang Hidup dalam Kasih dan Peduli (Galatia 6:2). Kasih sejati selalu bergerak. Kata kunci dari ayat di atas adalah bastazō = menanggung beban bersama. Yohanes 13:34 mengingatkan kita hal keteladanan hidup — mengasihi seperti Kristus mengasihi. 2 Korintus 1:4 menegaskan bahwa ada proses kehidupan yang harus kita jalankan — dihibur untuk menghibur. Pada zaman itu, jemaat Galatia diajar untuk tidak hidup egois, tetapi saling menolong. Hari ini, komunitas sering hanya tempat berkumpul, bukan tempat bertumbuh. Komunitas Kerajaan adalah tempat orang dipulihkan, lalu menjadi alat pemulihan.

Yang ketiga, Komunitas yang Berdampak (Efesus 4:2–3). Kesatuan menghasilkan kekuatan. Kata kunci ayat di atas adalah henotēs = kesatuan yang dijaga dengan usaha. Kita harus memiliki sikap yang rendah hati, lemah lembut dan sabar agar menjadi pribadi dalam komunitas yang berdampak. Ibrani 10:24–25 mengingatkan tujuan komunitas yang berdampak — saling mendorong dalam kasih dan pekerjaan baik. Pada masa itu, jemaat Efesus hidup di tengah keberagaman, namun dipanggil untuk bersatu. Komunitas yang berdampak bukan yang paling besar, tetapi yang paling sehat—saling membangun, bukan saling memanfaatkan.

Buah Kerajaan Allah tidak tumbuh dalam isolasi, tetapi dalam hubungan yang hidup. Saat kita terhubung, saling mengasihi, dan menjaga kesatuan, komunitas kita menjadi alat Tuhan untuk menghasilkan buah yang berdampak luas. Stay blessed. (DW)

Questions:
1. Mengapa kita perlu memiliki komunitas yang berbuah?
2. Bagaimana cara kita memraktikkan hidup dalam kasih dan kepedulian?

Values:
Seorang Warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang mau memraktikkan hidup dalam kasih dan kepedulian.

Kingdom Quotes:
Buah sejati Kerajaan Allah tidak lahir dari hidup sendiri—tetapi dari hati yang terhubung, mengasihi, dan membangun bersama.