FAMILY of WORSHIP
Bacaan Setahun:
2 Raja Raja 10:1 – 11:21
Kisah Para Rasul 24:1–27
Mazmur 80:8–19
“Jadi, sekarang, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Singkirkanlah ilah-ilah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang Sungai Efrat dan di Mesir dan beribadahlah kepada TUHAN. Namun, jika kamu menganggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah: ilah-ilah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang Sungai Efrat, atau ilah-ilah orang Amori, yang negerinya kamu diami ini? Tetapi, aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” (Yosua 24:14–15 – TB2)
Welcome July 2026. Tema utama renungan bulan Juli 2026 dan Minggu pertama Juli 2026 adalah Family of Worship yang memiliki arti Keluarga yang Menyembah. Keluarga yang menyembah bukan sekadar keluarga yang rajin hadir di gereja, tetapi keluarga yang menjadikan Tuhan sebagai pusat keputusan, sumber nilai, dan arah hidup setiap hari. Penyembahan bukan acara mingguan, melainkan budaya hidup. Yosua tidak berkata, “Aku berharap seisi rumahku menyembah Tuhan,” tetapi “kami akan beribadah kepada TUHAN.” Itu adalah keputusan iman yang disengaja. Kata Ibrani untuk beribadah dalam Yosua 24:15 adalah “avad – melayani, mengabdi, menyerahkan hidup kepada tuan yang dipilih. Jadi penyembahan sejati selalu menghasilkan gaya hidup. Mari kita belajar tiga hal tentang Family of Worship.
Yang pertama, Pentingnya Beribadah — Mengapa? Karena apa yang disembah akan membentuk keluarga. Ulangan 6:5-7 (T82), “kasih kepada Tuhan harus diajarkan terus-menerus kepada anak-anak.” Kata Ibrani shanan = mengajarkan berulang-ulang sampai tertanam. Israel sedang memasuki tanah perjanjian dan harus menjaga identitas rohaninya di tengah budaya lain. Tuhan tahu bahwa generasi tidak dibentuk oleh nasihat sesekali, tetapi oleh penyembahan yang konsisten. Anak belajar siapa Tuhan bukan pertama dari mimbar, tetapi dari kebiasaan rumah. Sudahkah orang tua mengajarkan kebenaran tentang pentingnya menyembah Allah kepada anak-anaknya berulang-ulang di rumah masing-masing?
Yang kedua, Kekuatan Beribadah — Apa? Penyembahan mengubah atmosfer menjadi altar. Mazmur 22:4 (TB2), “Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian Israel.” Kata Ibrani yashab = tinggal, menetap. Dalam konteks Mazmur, di tengah tekanan dan pergumulan, hadirat Tuhan tetap menjadi pusat kekuatan. Keluarga yang menyembah tidak bebas masalah, tetapi tidak kehilangan arah di tengah masalah.
Yang ketiga, Praktik Ibadah dalam Kehidupan Sehari-hari– Bagaimana? Jadikan penyembahan sebagai ritme hidup, bukan momen sesaat. Kolose 3:16 (T82), “biarlah Firman Kristus diam dengan segala kekayaannya.” Kata Yunani enaikeo = tinggal menetap. Kita harus memraktikkan: doa bersama, membaca Firman, saling memberkati, mengampuni, dan menghadirkan Kristus dalam percakapan sehari-hari. Rumah bukan hanya tempat tinggal, rumah adalah tempat Tuhan dikenali.
Keluarga yang menyembah tidak dibangun oleh fasilitas, tetapi oleh keputusan bersama untuk menempatkan Tuhan di pusat kehidupan. Apa yang keluarga sembah hari ini akan menentukan siapa keluarga itu di masa depan. Stay blessed. (DW)
Questions:
1. Apakah kita sudah mengajarkan kebenaran tentang Allah yang kita sembah secara terus-menerus kepada keluarga kita?
2. Mengapa kita harus menjadikan beribadah kepada Allah sebagai gaya hidup kita?
Values:
Seorang Warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang mau mengajarkan tentang pentingnya menyembah Allah secara terus-menerus.
Kingdom Quotes:
Keluarga yang hanya tinggal bersama akan menghasilkan kenangan, tetapi keluarga yang memiliki gaya hidup menyembah Allah bersama akan membangun warisan.