BERDOA BAGI PEMULIHAN NEGERI
Bacaan Setahun:
1Tawarikh 12:23 – 14:17
Roma 15:14–33
Mazmur 90:1–10
“dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. (2 Tawarikh 7:14)
Ketika Adam jatuh ke dalam dosa, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri. Tuhan berkata, “Terkutuklah tanah karena engkau” (Kejadian 3:17). Tuhan tidak berkata tanah dikutuk karena kesalahan tanah, tetapi karena manusia. Tanah yang sebelumnya menghasilkan kelimpahan kini mengeluarkan semak duri dan rumput duri. Kutuk atas tanah bukanlah hukuman bagi bumi, melainkan akibat dari kegagalan manusia sebagai pengelola yang ditetapkan Tuhan.
Namun Tuhan tidak pernah meninggalkan rencana-Nya untuk bumi. Sejak kejatuhan manusia, Tuhan telah menyiapkan jalan pemulihan. Banyak orang berdoa agar Tuhan memberkati negeri mereka, tetapi Tuhan terlebih dahulu memanggil umat-Nya untuk kembali kepada-Nya. Ketika umat Tuhan merendahkan diri, berdoa dan berbalik dari jalan-jalan yang jahat maka Tuhan akan mengampuni dan memulihkan negeri mereka. Jadi pemulihan ekonomi, sosial, lingkungan, dan spiritual dimulai dari pemulihan hubungan dengan Tuhan.
Pemulihan negeri dimulai dari umat Tuhan yang bertobat dan berdoa. Ketika hati umat dipulihkan, maka Tuhan mulai bekerja memulihkan tanah, masyarakat, dan bangsa. Mungkin kita tidak memegang jabatan penting dalam pemerintahan, tetapi setiap kita orang percaya memiliki akses langsung kepada Sang Raja segala raja dan berdoa bagi pemulihan negeri.
Kita tidak dipanggil hanya untuk menikmati berkat Tuhan secara pribadi, tetapi juga untuk mengambil bagian dalam rencana-Nya bagi kota, bangsa, dan negeri tempat kita tinggal. Salah satu panggilan terbesar setiap warga Kerajaan adalah berdiri di hadapan Tuhan dan berdoa bagi pemulihan negeri. Ketika kita berlutut dalam doa, kita sedang melakukan pekerjaan yang berdampak besar bagi masa depan negeri.
Jangan hanya mengeluhkan keadaan negeri: korupsi, kemiskinan, ketidakadilan, perpecahan, atau kerusakan moral. Kerajaan Allah mengajarkan bahwa solusi pertama bukanlah keluhan, melainkan bertobat dan berdoa. Tuhan tidak meminta umat-Nya untuk hanya mengamati masalah dari kejauhan. Ia memanggil kita untuk menjadi penjaga yang berjaga di atas tembok, mengangkat suara kepada-Nya siang dan malam. Jangan hanya melihat masalah di sekitar kita, tetapi hiduplah sebagai duta Kerajaan Allah. Ketika hati kita selaras dengan kehendak Bapa, kita dapat menjadi saluran berkat yang memulihkan tanah, kota, dan negeri tempat Tuhan menempatkan kita. (RSN)
Questions:
1. Apa dampak kejatuhan manusia terhadap bumi?
2. Apa panggilan kita sebagai duta Kerajaan Allah bagi negeri ini?
Values:
Kita tidak dipanggil hanya untuk menikmati berkat Tuhan secara pribadi, tetapi juga untuk mengambil bagian dalam rencana Nya bagi kota, bangsa, dan negeri tempat kita tinggal.
Kingdom Quotes:
Jangan hanya mengeluhkan keadaan negeri tetapi hiduplah sebagai duta Kerajaan Allah yang berdiri di hadapan-Nya untuk berdoa bagi pemulihan negeri.