KETERBUKAAN AWAL DARI PEMULIHAN

KETERBUKAAN AWAL DARI PEMULIHAN 

Bacaan Setahun:
1 Tawarikh 22:1 – 23:32
1 Korintus 2:6–16
Mazmur 91:9–16

“dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.” (2 Tawarikh 7:14)

Sebuah ungkapan yang sering kita dengar, “Keterbukaan adalah awal dari pemulihan”. Kalimat ini bukan sekadar slogan, melainkan kenyataan yang sering kita temui dalam kehidupan, di mana ada keterbukaan maka semakin cepat pemulihan itu dapat terjadi, dan masalah dapat dibereskan.

Dalam hubungan antara suami dan istri, diperlukan komunikasi yang intens dan sehat agar tercipta rumah tangga yang harmonis. Bilamana salah satu gagal menjalankan fungsinya, maka bisa ditebak masalah-masalah yang timbul karenanya. Tidak adanya keterbukaan, tidak jujur, ada yang ditutupi, maka itu sama saja sedang memberi peluang kepada roh perpecahan untuk merusak apa yang sudah dibangun. Ini yang banyak terjadi dalam pernikahan, termasuk pernikahan kristen. Oleh sebab itu diperlukan keterbukaan kedua belah pihak untuk dapat mengalami pemulihan. Tuhan menghendaki hubungan Kristus dan jemaat-Nya dapat tercermin melalui hubungan antara suami dan istri.

Tuhan menghendaki umat-Nya mengalami pemulihan, bukan saja secara jasmani namun juga secara rohani. IA tidak bisa menyangkali kasih dan kesetiaan Nya. Beribu-ribu kali kita berpaling dari-Nya, IA tetap mengasihi dan setia menantikan pertobatan kita. IA menantikan kita sadar akan kesalahan kita, mengakui dosa-dosa kita, dan segera berbalik pada-Nya. IA tidak pernah berlama-lama marah dan menghukum kita. Justru kadang di saat kita sadar dan minta ampun, IA menyesal telah menghukum kita. Itulah kasih Tuhan. Nah, bila hal ini dapat dipraktikkan di dalam hubungan suami dan istri, maka tidak akan ada pernikahan yang hancur, tidak akan ada keluarga yang berantakan.

Tuhan terlebih rindu memulihkan keadaan kita. IA selalu berinisiatif untuk memberikan pengampunan. Yang perlu kita lakukan untuk mengalami pemulihan adalah merendahkan diri kita di hadapan Tuhan, berdoa, mencari wajah Tuhan, dan berbalik dari jalan-jalan kita yang jahat (bertobat). Kalau kita melakukan dosa, jangan memeliharanya! Segera tinggalkan! Jangan mempertahankan kebenaran diri kita, yang justru membangkitkan kesombongan dan membuat Tuhan enggan melihat kita. Datang dengan kerendahan hati, akui kegagalan kita, maka IA setia dan adil akan mengampuni dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:9)‬

Pemulihan dari Tuhan tidak pernah setengah-setengah. IA memulihkan seluruh aspek kehidupan kita. Apakah engkau mau dipulihkan? (LA)

Questions:
1. Menurut Anda mengapa dalam pernikahan diperlukan keterbukaan?
2. Apa yang Tuhan kehendaki agar terjadi pemulihan di dalam kehidupan kita?

Values:
Pemulihan selalu dimulai dengan kesadaran dan mengakui kesalahan.

Kingdom Quotes:
Di mana ada kebohongan maka di situ akan muncul percekcokan. Di mana ada keterbukaan atau kejujuran, maka di situ akan muncul kecocokan yang membawa damai sejahtera dan kebenaran.