BARTIMEUS PENGEMIS BUTA
Selasa 8 September 2026
Bacaan Setahun: Yes. 17:1–19:25 2Kor. 10:1–18 Mzm. 106:16–31
“Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: ‘Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!’ Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: ‘Anak Daud, kasihanilah aku!’” (Markus 10:47–48 – TB)
Suatu kali, di tengah kerumunan orang banyak yang mengikuti Yesus, ada seorang buta bernama Bartimeus yang berseru, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Secara manusiawi, Bartimeus dapat dikatakan sebagai orang yang tidak memiliki harapan maupun masa depan. Sejak kecil ia tidak dapat melihat dan hidup sepenuhnya dari belas kasihan orang lain. Alkitab mencatat bahwa yang dapat dilakukannya hanyalah duduk di pinggir jalan sambil mengemis. Tidak mengherankan jika banyak orang memandangnya sebelah mata dan meremehkannya.
Itulah kecenderungan manusia. Sering kali kita masih membeda-bedakan seseorang berdasarkan status atau kedudukannya. Kita lebih mudah mengasihi orang yang mengasihi kita dan peduli kepada mereka yang peduli kepada kita, tetapi terhadap mereka yang lemah dan berkekurangan, kita kerap menutup mata. Syukur kepada Tuhan, ada Pribadi yang tidak pernah memandang rendah siapa pun. Dialah Tuhan Yesus Kristus yang selalu peduli dan tidak pernah meninggalkan mereka yang dipandang hina oleh dunia. Bahkan, teriakan Bartimeus sanggup menghentikan langkah Yesus.
Bartimeus percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang dinantikan oleh bangsa Yahudi. Meskipun matanya buta secara jasmani, mata rohaninya terbuka sehingga ia mengenali siapa Yesus sebenarnya. Ia percaya bahwa Yesus sanggup melakukan perkara-perkara ajaib karena Dialah Tuhan yang Mahakuasa, Dokter di atas segala dokter. Ketika Yesus bertanya, “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Bartimeus menjawab dengan penuh iman, “Tuhan, supaya aku dapat melihat.” Ia tidak meminta kekayaan, umur panjang, ataupun hal-hal lainnya. Ia berfokus pada kebutuhan terbesarnya, yaitu agar matanya dipulihkan.
Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita menjadikan Tuhan sebagai fokus utama dalam hidup? Sudahkah seruan doa kita lahir dari iman yang sungguh-sungguh sehingga berkenan di hadapan-Nya? Ironisnya, kita yang dapat melihat secara jasmani sering kali gagal melihat kesetiaan dan kebaikan Tuhan dalam hidup. Bahkan, pengenalan kita kepada Tuhan bisa lebih rendah daripada Bartimeus yang buta. Karena itu, marilah kita terus bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus dan percaya kepada-Nya dengan segenap hati. Sebab, iman yang mengenal Yesus akan menolong kita melihat kasih dan kuasa-Nya dalam setiap musim kehidupan. (AU)
Questions:
-
Apakah Anda sungguh mengenal Yesus seperti Bartimeus mengenal-Nya?
-
Apa yang selama ini menjadi fokus doa Anda kepada Tuhan?
Values:
Pengenalan yang benar kepada Yesus melahirkan iman yang teguh dan pengharapan yang tidak pernah sia-sia.
Mata jasmani dapat melihat dunia, tetapi hanya mata rohani yang mengenal siapa Yesus sebenarnya.