BERUNTUNG & BERHUTANG

BERUNTUNG & BERHUTANG

Senin
21 September 2026

Bacaan Setahun:
Yes. 49:8–51:16
Gal. 6:1–18
Ams. 23:10–18

“Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: ‘Orang benar akan hidup oleh iman.’”
(Roma 1:16–17)

Dalam sebuah camp Injili, seorang penginjil menyampaikan renungan yang begitu menggugah hati dan sangat menginspirasi saya. Satu kalimat yang terngiang-ngiang di telinga saya, dan membuat hati saya dipenuhi gairah, “Kita ini adalah orang yang beruntung karena pemberitaan Injil. Namun, jangan lupa, kita juga adalah orang yang berhutang akibat pemberitaan Injil!”

Maksud dari pernyataan tersebut adalah, betapa kita ini adalah orang-orang yang beruntung, karena ada orang-orang yang Tuhan utus memberitakan Injil kepada kita; mungkin itu teman, guru sekolah minggu, kakak-kakak rohani, pendeta, atau orang tua kita, sehingga kita bisa mendengar cerita iman tentang Yesus yang mengampuni dosa-dosa kita, dan menyelamatkan hidup kita dari kematian kekal. Kita telah menjadi ladang misi mereka, sehingga kita menerima anugerah hidup kekal. Tetapi, jangan salah, kita pun menjadi berhutang akibat pemberitaan Injil. Berhutang bagaimana maksudnya? Ya, kita berhutang memberitakan Injil kepada jiwa-jiwa yang belum menerima anugerah hidup kekal. Kita tidak boleh selamat sendiri, lihatlah di sekeliling kita, mereka adalah ladang misi kita.

Mengapa seorang rasul Paulus begitu gencarnya memberitakan Injil? Karena ia tahu betapa bernilainya setiap jiwa yang ia layani. Injil dapat membawa orang kepada Kristus, Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan, di dalam Injil nyata Kebenaran Allah, Injil memimpin kita di dalam iman, dan menjadikan kita orang benar yang hidup oleh iman. Luar biasa, bukan? Bisa kita bayangkan bila semua orang percaya memahami hal ini, maka tidak ada satu pun yang berdiam. Mulut kita akan terus memberitakan Injil kepada jiwa-jiwa yang kita jumpai, kita tidak mau egois menerima keselamatan sendiri. Ledakan jiwa-jiwa pasti terjadi!

Kita harus menyadari, iblis berusaha membungkam mulut kita untuk memberitakan Injil. Mengapa? Karena iblis tahu, banyak jiwa akan diselamatkan oleh pemberitaan Injil. Neraka bisa sunyi senyap akibat pemberitaan Injil. Orang-orang yang tadinya berjalan menuju maut, berbalik arah menuju kehidupan yang kekal. Haleluya!

Oleh sebab itu, jangan pasif! Mari kita semua bergerak dan mulai aktivasi iman kita dengan memberitakan Injil Kristus. Jiwa-jiwa di luar sana harus mendengar tentang Yesus dan apa yang telah Ia lakukan bagi kita manusia. Mulai dari Yerusalem kita, Judea, Samaria, dan sampai ke ujung bumi. (LA)


Questions:

  1. Mengapa kita disebut beruntung dan berhutang?
  2. Apa yang membuat seorang rasul Paulus begitu gencarnya memberitakan Injil?

Values:

Kita telah menjadi ladang misi oleh para pendahulu kita, sehingga kita pun menerima anugerah hidup kekal. Jangan sia-siakan!


Beruntung karena Injil = Berhutang jiwa-jiwa!