SETIA PADA PENGAJARAN, TEGUH DALAM KESAKSIAN

SETIA PADA PENGAJARAN, TEGUH DALAM KESAKSIAN

Jumat
25 September 2026

Bacaan Setahun:
Yes. 60:1–62:12
Ef. 4:1–16
Ams. 23:19–28

“Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”
(Kolose 2:7)

Mengapa kaca depan mobil berukuran sangat besar, sedangkan kaca spion berukuran sangat kecil? Karena dalam perjalanan, fokus utama kita adalah melihat ke depan agar bisa mengemudi dengan aman dan sampai tujuan. Namun, kita tetap membutuhkan spion kecil itu untuk sesekali melihat ke belakang agar tahu kondisi di sekitar kita dan tidak ditabrak dari belakang.

Di zaman sekarang, banyak anak muda maupun orang tua kehilangan arah karena terlalu fokus melihat “kaca spion” — masa lalu, tren dunia, atau apa kata orang di media sosial. Kolose 2:7 mengingatkan kita untuk “dibangun di atas Dia.” Setia pada pengajaran sehat adalah seperti melihat melalui kaca depan yang bersih dan luas — membuat arah hidup kita jelas. Ketika pegangan kita pada kebenaran sudah benar, barulah kita bisa berjalan maju dengan aman dan menjadi kesaksian yang teguh bagi kendaraan (orang-orang) di sekitar kita.

Gereja di Kolose memiliki situasi yang dapat dikatakan rentan mengalami pemurtadan. Pasalnya, di Kolose adalah tempat berdagang yang terbuka dengan berbagai ajaran Sinkretisme, Mistisme maupun Gnostik. Hal tersebut dapat diterima dengan mudah oleh Gereja di Kolose karena pengaruh yang kuat dari lingkungan sekitar dan tawaran pengajaran yang praktis untuk diikuti.

Oleh karenanya, Surat Rasul Paulus kepada Gereja di Kolose hendak menegaskan akan pentingnya mereka memiliki dasar iman yang teguh di dalam Kristus. Khususnya penekanan untuk hidup serupa dengan Kristus merupakan inti pesan yang hendak disampaikan oleh Rasul Paulus. Sebagai orang percaya, Gereja di Kolose bukan hanya menerima Kristus yang telah lahir, wafat, bangkit, naik ke surga dan akan datang kembali pada kali yang kedua, melainkan harus tinggal seutuhnya di dalam Kristus yang adalah Gembala dan pemelihara jiwa mereka.

Sebagai warga Kerajaan Allah, mungkin di antara kita ada yang pernah atau sedang tergiur untuk mengikuti tren dunia yang menarik, tawaran akan pola hidup yang tidak sesuai dengan kesaksian Alkitab namun memberikan keuntungan maupun hidup menurut ego diri kita sendiri. Di tengah situasi seperti ini, Firman Tuhan mengajak kita untuk setia pada pengajaran Kristus yang disampaikan oleh para Rasul melalui Kesaksian Alkitab dan mewujudkan kesaksian yang teguh oleh kuasa Roh Kudus.

Sebagaimana dengan pesan Rasul Paulus kepada Gereja di Kolose, demikianlah kita hendaknya menghayati akan pesan Rasul Paulus itu dan memikirkan akan pentingnya hidup yang tinggal melekat dalam pribadi Kristus, sama seperti yang dikatakan oleh Kristus sendiri, yaitu “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.” (AH)


Questions:

  1. Apa yang dimaksud setia dalam pengajaran, teguh dalam kesaksian?
  2. Mengapa kita harus tinggal di dalam Kristus dan Kristus tinggal di dalam kita?

Values:

Kuasa Roh Kudus memampukan orang percaya untuk hidup dalam kebenaran dan menghadirkan kesaksian.


Kesaksian Alkitab merupakan pedoman bagi hidup orang percaya dan meneguhkan inti kesaksian orang percaya.