TIDAK ADA YANG BIASA BILA DI TANGAN TUHAN

TIDAK ADA YANG BIASA BILA DI TANGAN TUHAN

Selasa 29 September 2026

Bacaan Setahun: Zef. 1:1 – 3:20 Flp. 1:1–26 Ams. 23:29 – 24:4

“Maka berbicaralah ia, katanya: ‘Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.’” (Zakharia 4:6)

William Wolcott, seorang seniman terkenal asal Inggris, sedang berkunjung ke New York untuk menemui sahabatnya. Ia begitu terpesona oleh keindahan kota itu sehingga segera terdorong untuk membuat sebuah sketsa. Ketika tiba di kantor sahabatnya, ia melihat selembar kertas di atas meja dan bertanya, “Bolehkah saya meminjam kertas itu?” Sahabatnya menjawab, “Itu bukan kertas gambar. Itu hanya kertas bekas pembungkus.”

Karena tidak ingin kehilangan inspirasi yang sedang muncul, Wolcott mengambil kertas bekas itu sambil berkata, “Tidak ada sesuatu yang biasa jika kita tahu bagaimana menggunakannya.” Di atas kertas bekas tersebut, Wolcott membuat dua sketsa yang kemudian terjual seharga 1.500 dolar Amerika, jumlah yang sangat besar pada tahun 1924. Di tangan seorang maestro, selembar kertas bekas pembungkus pun dapat berubah menjadi karya yang sangat bernilai.

Demikian pula dengan hidup kita di hadapan Allah. Firman Tuhan berkata, “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia…” (Yesaya 43:4a). Menurut ukuran dunia, mungkin kita hanyalah “kertas bekas pembungkus”—orang biasa yang sering kali diabaikan atau dipandang sebelah mata. Namun, di tangan Tuhan, yang biasa dapat menjadi luar biasa. Yang tidak diperhitungkan dapat dipakai menjadi alat yang berharga bagi kemuliaan-Nya.

Tuhan Yesus juga berjanji, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu…” (Kisah Para Rasul 1:8a). Kuncinya bukan terletak pada siapa kita, melainkan pada sejauh mana kita mengizinkan Sang Maestro berkarya di dalam hidup kita. Semakin kita menyerahkan hidup kepada Tuhan, semakin nyata karya-Nya dinyatakan melalui kita.

Karena itu, dibutuhkan kerendahan hati untuk menyadari bahwa tanpa Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa. Firman Tuhan juga mengingatkan, “Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan Roh-Ku…” (Zakharia 4:6). Jadi, tidak masalah jika kita hanyalah orang biasa, selama kita berada di tangan Allah yang luar biasa. Sebab, di tangan Sang Maestro, hidup yang sederhana dapat menjadi sebuah karya agung yang memuliakan nama-Nya. Amin. (AU)

Questions:

  1. Sudahkah Anda menyerahkan hidup Anda sepenuhnya ke dalam tangan Tuhan?
  2. Apakah Anda mengandalkan kemampuan sendiri atau kuasa Roh Kudus?

Values:

Nilai hidup kita tidak ditentukan oleh pandangan dunia, melainkan oleh tangan Tuhan yang membentuk dan memakai kita bagi kemuliaan-Nya.

Di tangan Sang Maestro, hidup yang biasa dapat menjadi karya yang luar biasa.